Kitab Mukhtarul Ahadits Nabawiyyah (Hadits 201-250)
Kitab Mukhtarul Ahadits Nabawiyyah (Hadits 201-250).
Hadits 201.
أعلنوا هذا النكاح، واجعلوه في المساجد، واضربوا عليه بالدفوف. رواه الترمذي عن عائشة
Lahirkanlah (umumkan) olehmu pesta nikah, jadikanlah dalam masjid, pukullah genderang (rebana) untuknya. (HR. At Tirmidzi, Dari 'Aisyah ra.)
Penjelasan :
Jika mengadakan pernikahan, janganlah disembunyi-sembunyikan, tapi adakanlah pestanya, dan bunyikanlah gendering (mainkan rebana), supaya orang tahu, dan sebaik-baik pernikahan (akad nikah) itu di mesjid, walaupun pestanya diadakan di rumah masing-masing.
(Kitab Mukhtarul Ahadits Nabawiyyah – As Sayyid Ahmad Al Hasyimiy, Bab Huruf Hamzah, Halaman 29, Penerbit Al Haromain)
Hadits 202.
اعمل لدنياك كأنك تعيش أبدا واعمل لآخرتك كأنك تموت غدا. رواه ابن عساکر
Bekerjalah untuk duniamu seolah-olah engkau hidup selama-lamanya, dan beramallah engkau buat akhiratmu, seolah-olah engkau akan mati besoknya. (HR. Ibnu Asakir)
Penjelasan :
Apabila engkau sedang menghadapi pekerjaan dunia, pikirkanlah, seolah-olah engkau akan hidup selama-lamanya, supaya pekerjaan itu dikerjakan dengan baik-baik. Dan selagi menghadapi soal-soal akhirat, anggaplah dirimu akan mati besok. Oleh sebab itu, beribadat kepada Allah jangan ditangguh tangguhkan.
(Kitab Mukhtarul Ahadits Nabawiyyah – As Sayyid Ahmad Al Hasyimiy, Bab Huruf Hamzah, Halaman 29, Penerbit Al Haromain)
Hadits 203.
اغتنم خمسا قبل خمس، حياتك قبل موتك، وصحتك قبل سقمك، وفراغك قبل شغلك، وشبابك قبل هرمك، وغناك قبل فقرك. رواه البيهقي عن ابن عباس
Pergunakanlah lima macam (waktu), sebelum datang yang lima macam lagi, yaitu :
1. Pergunakanlah hidupmu sebelum datang matimu (ajalmu),
2. Sehatmu sebelum datang sakitmu,
3. Waktu senggangmu sebelum datang kesibukanmu,
4. Mudamu sebelum datang masa tuamu, dan
5. Kayamu sebelum datang miskinmu.
(HR. Al Baihaqi, Dari Ibnu 'Abbas ra.)
Penjelasan :
Waktu itu datangnya silih-berganti, tidak ada yang kekal abadi, kecuali Allah SWT. dari itu kalau kita sedang berada dalam waktu yang lima tersebut, (jangan disia-siakan) sebelum datang yang lima sebagai lawannya, maka hendaklah waktu yang sangat berharga itu dipergunakan sebaik-baiknya, sewaktu kita masih hidup, jangan lengah beramal ibadah, kalau mati sudah datang, manusia tidak akan dapat berkutik apa-apa lagi, manfa'atkanlah waktu sehat, dipakai untuk kepentingan hidup, di mana jika sakit telah tiba, tidak bisa lagi ke mana-mąna, harus meringkuk di tempat tidur, begitu pula waktu-waktu lainnya manfaatkanlah, jangan waktu itu berlalu begitu saja, rugilah orang yang menyia-nyiakan waktunya.
(Kitab Mukhtarul Ahadits Nabawiyyah – As Sayyid Ahmad Al Hasyimiy, Bab Huruf Hamzah, Halaman 29, Penerbit Al Haromain)
Hadits 204.
أغسلُوا ثيابكم، وخذوا من شعركم، واستاكوا، وتزينوا، وتنظفوا، فإن بني إسرائيل لم يكونوا يفعلون ذلك، فزنت نساؤهم رواه ابن عساكر عن على
Cucilah pakaianmu, potonglah rambutmu, dan gosoklah gigimu, dan berhiaslah kamu dan berbersih-bersihlah kamu, sesungguhnya Bani Israil tidak pernah mereka memperbuat yang demikian, maka menyelewenglah isteri-isteri mereka. (HR. Ibnu 'Asakir, Dari 'Ali)
Penjelasan :
Manusia itu disuruh bersih pakaiannya, rambutnya, giginya dan sebagainya, apalagi orang yang sudah berumah-tangga, tentulah isteri/suaminya ingin melihat pasangannya gagah dan rapi sehingga menarik dan menggairahkan mereka masing-masingnya.
(Kitab Mukhtarul Ahadits Nabawiyyah – As Sayyid Ahmad Al Hasyimiy, Bab Huruf Hamzah, Halaman 29, Penerbit Al Haromain)
Hadits 205.
أغد عالما، أو متعلما، أو مستمعا، أو محبا، ولا تكن الخامس فتهلك. رواه البيهقى
Jadikanlah dirimu menjadi orang yang 'alim (mengajar), atau menjadi orang yang belajar, atau menjadi pendengar, atau menjadi orang yang mencintai ilmu, dan janganlah engkau berada pada yang kelima maka celakalah kamu. (HR. Al Baihaqi)
Penjelasan :
Manusia perlu kepada salah-satu yang empat macam itu, pertama supaya kita menjadi guru, karena telah mempunyai ilmu, kedua jika kita tidak pandai mengajar, maka belajarlah, dan jika mau belajar, maka menjadi pendengarlah, seperti mendengarkan ceramah-ceramah dan sebagainya, dan jika tidak ada waktu untuk menjadi pendengar, maka jadilah engkau pencinta, supaya dapat bertanya kepada orang, dan apabila ia menjadi orang yang kelima (selain itu), maka celakalah karena ia menjadi orang yang bodoh.
(Kitab Mukhtarul Ahadits Nabawiyyah – As Sayyid Ahmad Al Hasyimiy, Bab Huruf Hamzah, Halaman 29, Penerbit Al Haromain)
Hadits 206.
أفضل الإيمان أن تعلم أن الله معك حيث ما كنت. رواه الطبراني
Iman yang paling baik itu ialah bahwa engkau mengetahui sesungguhnya Allah beserta engkau, di manapun engkau sedang berada. (HR. Ath Thabrani)
Penjelasan :
Iman artinya percaya kepada Allah Ta’ala, dan iman itu adalah bertingkat-tingkat, dan yang paling baik, ialah kita meyakini, bahwa kita selalu berada di sisi Allah, di manapun kita sedang berada. Apabila orang telah mempunyai keyakinan yang demikian, niscaya dia akan memelihara dirinya dari perbuatan yang tidak baik, karena dia mengetahui bahwa Allah selalu melihatnya, dengan demikian, orang akan baik selalu.
(Kitab Mukhtarul Ahadits Nabawiyyah – As Sayyid Ahmad Al Hasyimiy, Bab Huruf Hamzah, Halaman 29, Penerbit Al Haromain)
Hadits 207.
أفضل الدعاء أن تسأل ربك العفو والعافية في الدنيا والآخرة؛ فإنك إذا أعطيتهما في الدنيا، ثم أعطيتهما في الآخرة فقد أفلحت. رواه ابن ماجه عن أنس
Do'a yang paling baik, bahwa engkau meminta kepada Tuhanmu akan ampunan-Nya dan keselamatan dunia dan akhirat, maka sesungguhnya apabila engkau telah diberi akan kedua-duanya (ampunan dan keselamatan) di dunia, kemudian engkau diberi pula akan kedua-duanya di akhirat, maka sesungguhnya berbahagialah engkau. (HR. Ibnu Majah, Dari Anas ra.)
Penjelasan :
Kita selalu berdo'a kepada Allah, semoga do'a kita dikabulkan-Nya. Sebaik-baik do'a, ialah kita bermohon kepada Allah agar diampuni dari dosa dan dari segala kesalahan kita, dan mohon keselamatan dunia dan akhirat. Apabila do'a yang dua macam ini dikabulkan Allah, maka jadilah kita umat yang menang dan beruntung (berbahagia).
(Kitab Mukhtarul Ahadits Nabawiyyah – As Sayyid Ahmad Al Hasyimiy, Bab Huruf Hamzah, Halaman 29, Penerbit Al Haromain)
Hadits 208.
أفضل الصدقة أن تشبع كبدا جائعا. رواه البيهقي عن أنس
Sedekah yang paling baik, ialah memberi makan kepada orang yang sedang kelaparan. (HR. Al Baihaqi, Darí Anas ra.)
Penjelasan :
Jika ada orang kelaparan, lalu kita beri makan sekenyang-kenyangnya, maka sedekah kita itu adalah sedekah yang paling bagus (utama), artinya kita telah melepaskannya dari kelaparan.
(Kitab Mukhtarul Ahadits Nabawiyyah – As Sayyid Ahmad Al Hasyimiy, Bab Huruf Hamzah, Halaman 29, Penerbit Al Haromain)
Hadits 209.
أفضل الصدقة أن يتعلم المرء المسلم علما، ثم يعلمه أخاه .المسلم رواه ابن ماجه
Sedekah yang paling baik ialah seseorang belajar ilmu dari seorang muslim, kemudian ia mengajarkannya lagi kepada saudaranya yang semuslim lainnya. (HR. Ibnu Majah)
Penjelasan :
Sedekah itu bukan hanya terbatas dengan hal-hal yang materi saja, akan tetapi lImu juga bisa dijadikan sebagai sedekah, yaitu apabila orang yang memilikinya mengajarkannya kepada saudara semuslimnya.
(Kitab Mukhtarul Ahadits Nabawiyyah – As Sayyid Ahmad Al Hasyimiy, Bab Huruf Hamzah, Halaman 30, Penerbit Al Haromain)
Hadits 210.
أفضل العبادة أجرا سرعة القيام من عند المريض. رواه الديلمي عن جابر
Sebaik-baik pahala orang yang menengok orang sakit, yaitu cepat berdiri dari sisi orang yang sakit (tidak terlalu lama). (HR. Ad Dailami, Dari Jabir ra.)
Penjelasan :
Menengok orang sakit dapat pahala yang baik, dan sebaik-baiknya menengok orang yang sakit itu, ialah orang yang segera meninggalkannya, karena jika lama-lama menengoknya, mungkin orang itu terganggu untuk beristirahat dengan tenang.
(Kitab Mukhtarul Ahadits Nabawiyyah – As Sayyid Ahmad Al Hasyimiy, Bab Huruf Hamzah, Halaman 30, Penerbit Al Haromain)
Hadits 211.
أفضل الفضائل أن تصل من قطعك، وتعطى من حرمك وتصفح عمن ظلمك. رواه الطبراني عن معاذ
Beberapa kelebihan yang lebih afdhal (utama), bahwa engkau menghubung kan silaturahmi kepada orang yang memutuskannya, engkau beri orang yang menghalang-halangi engkau dan memaafkan orang yang menganiaya engkau. (HR. Ath Thabrani, Dari Mu'adz ra.).
Penjelasan :
Alangkah mulianya orang yang mempunyai sifat-sifat kelebihan yang baik atas dirinya, seperti : Orang yang selalu menghubungkan silaturrahmi kepada orang yang suka memutuskannya, orang-orang yang membencinya, selalu didekatinya dan ditolongnya, akhirnya menjadi temannya, dan orang yang jahat kepadanya, dima'afkannya.
(Kitab Mukhtarul Ahadits Nabawiyyah – As Sayyid Ahmad Al Hasyimiy, Bab Huruf Hamzah, Halaman 30, Penerbit Al Haromain)
Hadits 212.
أفضل الأعمال بعد الإيمان بالله: التودد إلى الناس. رواه الطبراني
Amal yang lebih baik sesudah beriman kepada Allah, adalah berkasih-sayang kepada sesame manusia. (HR. Ath Thabrani)
Penjelasan :
Seseorang yang beriman kepada Allah Ta’ala maka hendaklah dia berkasih-kasihan antara sesama manusia dengan tolong-menolong dan sebagainya.
(Kitab Mukhtarul Ahadits Nabawiyyah – As Sayyid Ahmad Al Hasyimiy, Bab Huruf Hamzah, Halaman 30, Penerbit Al Haromain)
Hadits 213.
أفضل المؤمنين إسلاما من سلم المسلمون من لسانه ويده، وأفضل المؤمنين إيمانا أحسنهم خلقا، وأفضل المهاجرين من هجر ما نهى الله عنه، وأفضل الجهاد من جاهد نفسه في الله عز وجل. رواه الطبراني عن ابن عمر
Sebaik-baik Mu'min (tentang) keIslamannya, ialah orang yang dapat menyelamatkan orang Islam, dari lidahnya dan tangannya, sebaik-baik Mu'min (tentang) keimanannya, ialah orang yang paling baik perangainya (akhlaknya), dan sebaik-baik Muhajirin, ialah orang yang ber hijrah dari apa-apa yang dilarang Allah padanya, dan sebaik-baik jihad, ialah orang yang berjihad pada jalan Allah. (HR. Ath Thabrani, Dari Ibnu Umar ra.)
Penjelasan :
Seseorang Mu'min harus dapat menyelamatkan sesamanya darí lidahnya dan tangannya, artinya : Lidah dan tangan jangan dipakaí menyakiti orang, dan sebagainya. Orang Mu'min adalah orang yang paling baik budi-pekertinya (akhlaknya), sehingga orang merasa senang bergaul dengannya. Dan sebaik-baik Muhajirin, ialah orang yang dapat meninggalkan apa yang terlarang, lalu mengerjakan apa yang disukai Allah. Dan sebaik-baiknya jihad ialah orang yang berperang di jalan Allah, sehingga apabila dia mati, matinya mati syahid.
(Kitab Mukhtarul Ahadits Nabawiyyah – As Sayyid Ahmad Al Hasyimiy, Bab Huruf Hamzah, Halaman 30, Penerbit Al Haromain)
Hadits 214.
أفضل الناس مؤمن يجاهد في سبيل الله بنفسه وماله، ثم مؤمن في شعب من الشعاب يتقى الله ويدع الناس من شره. رواه البخاري عن أبي سعيد
Manusia yang paling utama ialah seorang Mu'min yang berjihad di jalan Allah dengan jiwa dan harta bendanya, kemudian seorang Mu'min yang (mengungsi/uzlah) berada di salah satu lereng bukit untuk bertakwa kepada Allah dan menjauhi manusia karena kejahatannya. (HR. Bukhari, Dari Abu Sa'id ra.)
Penjelasan :
Jihad adalah amalan yang paling utama, sebab jihad itu diadakan demi untuk tegaknya amar ma'ruf dan nahi mungkar, dan amalan lainnya yang lebih utama adalah uzlah (mengasingkan diri) demi untuk bertakwa kepada Allah dan melaksanakan perintah-perintah-Nya serta menjauhi larangan-larangan-Nya. Hal kedua ini dilakukan apabila memang kejahatan telah merata di seluruh negeri dan akhlak orang-orangnya sudah merosot, demi untuk menghindarkan diri dari kejahatan dan kemerosotan yang mereka lakukan.
(Kitab Mukhtarul Ahadits Nabawiyyah – As Sayyid Ahmad Al Hasyimiy, Bab Huruf Hamzah, Halaman 30, Penerbit Al Haromain)
Hadits 215.
اقتربت الساعة، ولا يزداد الناس على الدنيا إلا حرصا، ولا يزدادون من الله إلا بعدا. رواه الحاكم عن ابن مسعود
Bila hampir datang hari kiamat, maka kecenderungan manusa terhadap harta makin loba, dan mereka bukannya tambah dekat kepada Allah melainkan bertambah menjauh dariNya. (HR. Al Hakim, Dari Ibnu Mas'ud)
Penjelasan :
Jika manusia semakin rakus kepada dunia (sangat mencintaí dunia dengan melupakan akhirat), dan manusia semakin jauh dari ajaran Allah dan Rasul-Nya, itulah satu-satu tanda, bahwa kiamat telah dekat.
(Kitab Mukhtarul Ahadits Nabawiyyah – As Sayyid Ahmad Al Hasyimiy, Bab Huruf Hamzah, Halaman 30, Penerbit Al Haromain)
Hadits 216.
اقرءوا القرآن، وابتقوا به وجه الله تعالى من قبل أن يأتي قوم يقيمونه إقامة القدح يتجلونه ، ولا يتاجلون. رواه أبو داود عن جابر
Bacalah Al Qur’an, kemudian carilah keridhoan Allah dengan bacaan tersebut, sebelum datangnya suatu kaum yang memperlakukannya seolah-olah mereka mengocokkan undian, yaitu mereka hanya mengharapkan pahala duniawi tidak mengharapkan pahala di akhirat. (HR. Abu Daud, Dari Jabir ra.)
Penjelasan :
Mencari keridhoan Allah melalui membaca Al Qur'an itu ialah bagi pembaca yang meresapi maknanya kemudian mengamalkannya dan belaku sabar serta ikhlash dalam mengamalkannya. Adapun orang yang membacanya hanya untuk mencari kepentingan duniawi belaka, maka hal itu akan membawa kecelakaan pada diri orang yang bersangkutan. Hadits ini menganjurkan agar kita menggalakkan pembacaan Al Qur'an disertai dengan pengamalannya, sebab pada suatu masa nanti akan ada orang-orang yang membacanya hanya untuk kepentingan duniawi belaka. Untuk itu harus kita hambat perkembangan yang akan membawa umat manusia ke arah itu, sebab bahayanya akan besar sekali.
(Kitab Mukhtarul Ahadits Nabawiyyah - As Sayyid Ahmad Al Hasyimiy, Bab Huruf Hamzah, Halaman 30, Penerbit Al Haromain)
Hadits 217.
اقرؤوا على موتاكم سورة يس. رواه أحمد
Bacakanlah olehmu atas orang (yang akan) mati, surat Yasin. (HR. Ahmad)
Penjelasan :
Jika ada orang yang akan mati (dalam sakaratul maut) di antara kalian, lalu dibacakan surat Yasin terhadapnya atau kalimat tauhid (Laa Ilaha Illallaah). Maka kedua-duanya sangat baik dilakukan, dan kalimat tauhid itu karena ringkas membacanya, hendaklah didekatkan ke telinga orang yang akan mati, supaya dia ingat kepada Allah SWT. Adapun surat Yasin karena panjang dan mungkin yang akan mati tidak mengerti isinya jika akan dilakukan, tidak usah didekatkan ke telinganya seperti membaca kalimat tauhid itu.
(Kitab Mukhtarul Ahadits Nabawiyyah - As Sayyid Ahmad Al Hasyimiy, Bab Huruf Hamzah, Halaman 31, Penerbit Al Haromain)
Hadits 218.
أقل ما يوجد في آخر الزمان درهم حلال أو أخ يوثق به. رواه ابن عساكر عن ابن عمر
Hal yang paling sedikit didapati pada akhir zaman, ialah dirham yang halal atau saudara yang dipercayai. (HR. Ibnu Asakir, Dari Ibnu Umar ra.).
Penjelasan :
Jika sudah dekat kiamat, akan banyaklah harta-benda yang diperoleh dengan jalan yang haram, ma'siat dan sebagainya dan sedikitlah harta yang diperoleh dengan jalan yang halal atau saudara yang jujur, mereka kebanyakan musuh dalam selimut.
(Kitab Mukhtarul Ahadits Nabawiyyah - As Sayyid Ahmad Al Hasyimiy, Bab Huruf Hamzah, Halaman 31, Penerbit Al Haromain)
Hadits 219.
أكبر الكبائر الإشراك بالله، وقتل النفس، وعقوق الوالدين وقول الزور. رواه البخاری
Sebesar-besar dosa, ialah mempersekutukan Allah, membunuh diri, durhaka kepada orang tua, dan sumpah palsu. (HR. Bukhari)
Penjelasan :
Dosa itu, ada dosa besar, dan ada dosa kecil. Dosa besar ialah mempersekutukan Allah dengan perkataan, perbuatan, dan kepercayaan. Barangsiapa yang mati, sedang ia tidak berhenti memperbuat yang demikian (mensekutukan Allah), màka orang itu, akan ditempatkan dalam neraka selama-lamanya. Demikian juga dosa membunuh diri, baik diri sendiri maupun orang lain, kecuali dalam peperangan, atau kita membela diri (jangan sampai dibunuh orang), maka musuh itu kita lawan, sampai dia yang mati, maka kita tidak berdosa. Dan durhaka kepada orang tua, selama kita belum meminta ma'af kepada nya, dan dia belum mema'afkan, maka akan mendapat dosa besar, dan demikian pula sumpah palsu, maka janganlah kita mempermudah-mudah sumpah.
(Kitab Mukhtarul Ahadits Nabawiyyah - As Sayyid Ahmad Al Hasyimiy, Bab Huruf Hamzah, Halaman 31, Penerbit Al Haromain)
Hadits 220.
أكتروا ذكر الموت فإنه يمحص الذنوب، ويزهد في الدنیا فإن ذكرتموه عند الغنى هدمه وإن ذكرتموه عند الفقر ارضاكم بعيشكم. رواه ابن أبي الدنيا عن انس
Banyak-banyaklah kamu sekalian mengingat mati, mengingat mati itu dapat menghapuskan dosa-dosa, dan membuat hati berzuhud (tidak senang) terhadap perkara duniawi. Jika kalian mengingatnya di waktu dalam keadaan kaya, maka dzikrul maut itu menanamkan rasa anti pati terhadap keduniawian (harta benda). Dan jika kalian mengingatnya di waktu dalam keadaan fakir, maka dzikrul maut itu menanamkan rasa ridho terhadap kehidupan kalian. (HR. Ibnu Abud Dunya, Dari Anas ibnu Malik ra.)
Penjelasan :
Ingat akan mati dan kejadian-kejadian sesudahnya, yaitu berupa pertanyaan kubur, hari kebangkitan dan hari penghisaban serta pembalasan, akan membuatan seseorang lebih mementingkan urusan akhiratnya. Dan juga merupakan pemacu baginya untuk lebih bertakwa lagi kepada Yang Maha Pencipta, hingga dalam pandangan matanya urusan dunia ini tidak berarti sama sekali ketimbang urusan akhiratnya. Oleh karena itulah apabila ia ditakdirkan miskin, hatinya rela dan apabila ia ditakdirkan kaya, tidak congkak atau bakhil (pelit), bahkan memacunya untuk lebih giat lagi beramal dengan harta yang dimilikinya itu. la sadar bahwa dunia ini adalah merupakan ladang akhirat, bahwa siapa yang menanam kebajikan maka hasil yang akan dipetiknya di akhirat adalah kebajikan pula, demikian pula sebaliknya dan ia sadar bahwa di dunia ini tidak ada yang abadi semuanya akan fana, yang kekal hanyalah kehidupan di akhirat, segala yang akan dimilikinya itu kelak akan ditinggalkannya.
(Kitab Mukhtarul Ahadits Nabawiyyah - As Sayyid Ahmad Al Hasyimiy, Bab Huruf Hamzah, Halaman 31, Penerbit Al Haromain)
Hadits 221.
۲۱ ۲- أكثروا من الصلاة علي في يوم الجمعة وليلة الجمعة، فمن فعل ذلك كنت له شهيدا وشافعا يوم القيامة. رواه البهقى عن أنس
Perbanyaklah olehmu membaca shalawat atasku pada hari Jum’at dan malam Jum’at, maka barangsiapa yang berbuat demikian, maka aku (Nabi) baginya menjadi saksi dan memberi syafaat, pada hari kiamat. (HR. Baihaqi, Dari Anas ra.)
Penjelasan :
Kita disuruh memperbanyak shalawat pada hari Jum'at dan malam Jum’at, itulah perbuatan yang baik sekali, dan di kemudian-hari, kita akan diberi Allah syafa'at (pahala/ampunan) yang besar.
(Kitab Mukhtarul Ahadits Nabawiyyah - As Sayyid Ahmad Al Hasyimiy, Bab Huruf Hamzah, Halaman 31, Penerbit Al Haromain)
Hadits 222.
أكثروا من الصلاة علي، فإن صلاتكم علي مغفرة لذنوبكم واطلبوا الي الدرجة والوسيلة، فإن وسيلتي عند ربى شفاعة لكم. رواه ابن عساكر عن الحسن بن علي
Perbanyak olehmu shalawat atasku, maka sesungguhnya shalawat kamu atasku adalah ampunan bagi dosamu, dan carilah olehmu dariku derajat yang tinggi dan wasilah (jalan), maka sesungguhnya jalanku di sisi Tuhanku, itu adalah syafa 'at bagi kamu. (HR. Ibnu 'Asakir, Dari Hasan bin Ali ra.)
Penjelasan :
Kita disuruh memperbanyak membaca shalawat atas Nabi, dan disebabkan banyak membaca shalawat itu, Allah mengampuni dosa kita. Kita juga disuruh mencari derajat yang tinggi di sisí Allah, dengan jalan mengikuti ajaran-ajaran Nabi, supaya kita memperoleh kedekatan dan syafa'at dari Rasulullah.
(Kitab Mukhtarul Ahadits Nabawiyyah - As Sayyid Ahmad Al Hasyimiy, Bab Huruf Hamzah, Halaman 31, Penerbit Al Haromain)
Hadits 223.
أكثروا من تلاوة القرآن في بوتكم فان البيت الذي لا يفرأ فيه القرآن يقل خيره ويكثر شرة، ويضيق على أهله. رواه الدار قطني عن أتس
Perbanyaklah dalam rumahmu membaca Al Qur'an, maka sesungguhnya rumah yang tidak selalu dibaca padanya Al Qur 'an, sedikitlah kebaikannya dan banyaklah kejahatannya dan terasa sempit bagi penghuniniya. (HR. Ad Daruquthni, Dari Anas ra.)
Penjelasan :
Orang Islam hendaklah mengaji Al Qur'an dalam tiap-tiap rumahnya, dan rumah orang-orang yang tidak suka membaca Al Qur'an, kejahatannya akan lebih banyak dari kebaikannya, dan kehidupannya terasa sempit, walaupun uangnya banyak, karena tidak ada berkah dari Allah, maka orang itu tidak mendapat berkah.
(Kitab Mukhtarul Ahadits Nabawiyyah - As Sayyid Ahmad Al Hasyimiy, Bab Huruf Hamzah, Halaman 31, Penerbit Al Haromain)
Hadits 224.
أكرموا العلمة، فإنهم ورثة الأنبياء، فمن أكرمهم فقد أكرم الله ورسوله. رواه الخطيب عن جابر
Muliakanlah ulama-ulama, maka sesungguhnya mereka adalah pewaris Nabi-nabi, maka barangsiapa yang memuliakan ulama-ulama, maka sesungguhnya ia telah memuliakan Allah dan Rasul-Nya. (HR. Al Khatib, darí Jabir ra.)
Penjelasan :
Ulama adalah orang yang ahli dalam ilmu pengetahuan agama dan mengamalkannya. Mereka itu termasuk golongan hamba Allah yang baik-baik dan mulia, mereka itu adalah pewaris Nabi-nabi, pemimpin umat pada jalan Allah, oleh karena itu mereka harus dihormati dan dimuliakan. Barangsiapa yang menghormati dan memuliakan ulama, berarti ia telah menghormati Allah dan Rasul-Nya, sebab ulama itu adalah penerus perjuangan Nabi menyampaikan risalah Allah SWT. kepada manusia.
(Kitab Mukhtarul Ahadits Nabawiyyah - As Sayyid Ahmad Al Hasyimiy, Bab Huruf Hamzah, Halaman 31, Penerbit Al Haromain)
Hadits 225.
أكرم الناس أتقاهم. رواء البخارى ومسلم
Semulia-mulia manusia, adalah orang yang paling takut kepada Allah. (HR. Bukhari dan Muslim)
Penjelasan :
Orang yang takut kepada Allah, biarpun dia seorang hamba sahaya, pengemis itulah yang paling mulia di sisi Allah, dan di kemudian-hari orang itu akan masuk surga.
(Kitab Mukhtarul Ahadits Nabawiyyah - As Sayyid Ahmad Al Hasyimiy, Bab Huruf Hamzah, Halaman 31, Penerbit Al Haromain)
Hadits 226.
الحزم أن تشاور ذا رأي ثم تطيعه. رواه أبو داود
Yang dinamakan keteguhan di dalam suatu urusan itu ialah hendaknya engkau bermusyawarah dengan orang yang mempunyai pikiran (keahlian) kemudian engkau taati petunjuknya. (HR. Abu Daud)
Penjelasan :
Jika kita akan mengerjakan suatu urusan yang penting dan berat, maka berundinglah terlebih dahulu dengan orang-orang yang ahli tentang itu, maka pendapat-pendapat mereka itu, turutilah, mudah-mudahan tidak akan menyesal.
(Kitab Mukhtarul Ahadits Nabawiyyah - As Sayyid Ahmad Al Hasyimiy, Bab Huruf Hamzah, Halaman 32, Penerbit Al Haromain)
Hadits 227.
الإسلام نظيف، فتنظفوا، فإنه لا يدخل الجة إلا تنظيف. رواه الدیلمی
Islam itu bersih, maka bersihlah kamu, sesungguhnya tidak akan masuk surga, kecuali orang yang bersih.(HR. Ad Dailami)
Penjelasan :
Agama Islam, adalah agama yang suci lahir-batin, dan menyuruh manusia, supaya membersihkan diri dari segala kotoran dan najis, dan membersihkan (menjauhkan) diri dari ma'siat, khurafat, tahayul (dosa-dosa). Untuk itu barangsiapa yang dirinya ingin menjadi muslim yang sejati, hendaknya ia membersihkan lahir dan batinnya.
(Kitab Mukhtarul Ahadits Nabawiyyah - As Sayyid Ahmad Al Hasyimiy, Bab Huruf Hamzah, Halaman 32, Penerbit Al Haromain)
Hadits 228.
الأكبر من الإخوة بمنرلة الأب. رواه البهقی
Saudara yang paling besar (tertua) kedudukannya sama dengan bapak. (HR. Al Baihaqi)
Penjelasan :
Saudara kita yang paling tua, haruslah kita hormati dan kita patuhi, karena saudara yang paling tualah yang bertempat di tempat bapak, artinya jika tidak ada bapak, maka dialah yang akan bertanggungjawab kepada kita, sebagai ganti bapak.
(Kitab Mukhtarul Ahadits Nabawiyyah - As Sayyid Ahmad Al Hasyimiy, Bab Huruf Hamzah, Halaman 32, Penerbit Al Haromain)
Hadits 229.
الأمانه تجلب الرزق، والخيانة تجلب الفقر. رواء الدیلمی
Amanat itu mendatangkan rezki, sedangkan khianat itu mendatangkan kemiskinan. (HR. Ad Dailami)
Penjelasan :
Seseorang yang jujur memegang amanat, tentu orang akan mempercayainya, jika orang percaya kepadanya, tentulah rezkinya akan mudah karena sehingga mendapat bantuan dari orang lain. Sebaliknya jika kita berkhianat kepada tugas kewajiban kita dan sebagainya, tentulah orang tidak akan menyukai kita. Dan apabila orang tidak suka kepada kita, niscaya sempitlah rezki, karena orang orang lain tidak mau membantu kita. Oleh karena itu hendaklah kita mempunyai sifat amanat.
(Kitab Mukhtarul Ahadits Nabawiyyah - As Sayyid Ahmad Al Hasyimiy, Bab Huruf Hamzah, Halaman 32, Penerbit Al Haromain)
Hadits 230.
أمرت أن أقاتل الناس حتى يشهدوا أن لا إله إلا الله وأن محمدا رسول الله ويقيموا الصلاة، ويؤتوا الزكة، فإذا فعلوا ذلك عصوا متى دماءهم وأموالهم إلا بحق الإسلام، وحسابهم علّى الله. رواه البخاری ومسلم عن أبی هريرة
Aku telah disuruh memerangi orang-orang hingga mereka mau bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan bahwasanya Muhammad itu hamba Allah dan pesuruh-Nya, dan mengerjakan shalat serta mengeluarkan zakat. Apabila mereka telah melakukan semuanya, berarti mereka telah memelihara darah dan hartanya dariku, melainkan dengan hak Islam, dan hisab mereka terserah kepada Allah. (HR. Bukhari dan Muslim, Dari Abi Hurairah ra.)
Penjelasan : Orang yang murtad (keluar dari Islam) mereka itu halal darahnya, artinya dia boleh dibunuh, seperti di zaman Abu Bakar, mereka itu diperangi oleh Abu Bakar. Di hari kemudian mereka akan kekal dalam neraka.
(Kitab Mukhtarul Ahadits Nabawiyyah - As Sayyid Ahmad Al Hasyimiy, Bab Huruf Hamzah, Halaman 32, Penerbit Al Haromain)
Hadits 231.
أمط الأذى عن الطريق، فإنه لك صدقة. رواه البخاری
Buanglah duri dari jalan, maka sesungguhnya hal itu adalah sedekah bagimu. (HR. Bukhari)
Penjelasan :
Jika kita melihat duri, atau pecahan kaca, kayu dan sebagainya, yang mungkin akan terpijak oleh orang yang lalu lintas, maka tentulah kakinya akan luka karenanya, kalau kita membuangnya, maka perbuatan kita itu berarti sedekah.
(Kitab Mukhtarul Ahadits Nabawiyyah - As Sayyid Ahmad Al Hasyimiy, Bab Huruf Hamzah, Halaman 32, Penerbit Al Haromain)
Hadits 232.
اللهم إنى أعوذ بك من علم لا ينفع، وعمل لا يرفع، ودعاء لا يستجاب، رواه الحكيم عن أنس
ALLAHUMMA INNII A’UUDzUBIKA MIN ILMIN LAA YANFA’(U), WA ‘AMALIN LAA YARFA’(U), WADU’AA-IN LAA YUSTAJAAB(U).
Ya Alah, aku berlindung kepadamu daripada ilmu yang tidak bermanfa 'at, amal yang tidak diterima, dan do 'a yang tidak dikabulkan. (HR. Al Hakim, Dari Anas ra.)
Penjelasan :
Waspadalah menjaga diri dari yang tiga macam itu, karena dirilah yang akan merugi. Apalah gunanya mempunyai ilmu yang banyak, jika ilmunya tidak bermanfa'at kepada dirinya, orang yang demikian itu, tak ubahnya seperti lampu, dirinya sendiri dibakarnya, tapi orang lain yang memanfa'atkan cahayanya. Begitu pula amal yang tak diterima, tandanya amalnya itu tidak baik, dia berpayah-payah bekerja, umurnya habis untuk itu, tapi hasilnya tak ada, maka sungguh merugilah orang yang seperti itu. Dan do'a yang tidak diijabah oleh Allah, tandanya orang itu bukan kesayangan Allah. Maha Suci Allah, kita berlindung dari sifat-sifat yang demikian.
(Kitab Mukhtarul Ahadits Nabawiyyah - As Sayyid Ahmad Al Hasyimiy, Bab Huruf Hamzah, Halaman 32, Penerbit Al Haromain)
Hadits 233.
ان لله تعالى ملائكة فى الأرض تنطق على ألسنة بنى ادم بما فى المرء من الخير و الشّر. رواه البيهقى عن انس
Sesungguhnya Allah itu memiliki para Malaikat yang ada di bumi ini, mereka dapat berbicara seperti bahasa manusia untuk mengungkapkan apa-apa yang ada dalam diri seseorang yaitu berupa kebaikan dan kejahatan. (HR. Al Baihaqi)
Penjelasan :
Dalam diri manusia itu ada suatu dorongan yang menganjurkan seseorang untuk berbuat baik dan dorongan yang menganjurkan seseorang berbuat keburukan. Dorongan yang mengajak seseorang untuk melakukan kebaikan itu datangnya dari Malaikat dan dorongan untuk berbuat keburukan itu datangnya dari hawa nafsu (syetan).
(Kitab Mukhtarul Ahadits Nabawiyyah - As Sayyid Ahmad Al Hasyimiy, Bab Huruf Hamzah, Halaman 48, Penerbit Al Haromain)
Hadits 234.
ان اعظم الذنوب عند الله رجل تزوّج امرأة فلمّا قضى حاجته منها طلّقها، و ذهب بمهرها و رجل استعمل رجلا فذهب بأجرته. رواه البيهقى
Sesungguhnya sebesar-besar dosa seseorang di sisi Allah, ialah seseorang yang menikahi seorang perempuan, setelah ia selesai melampiaskan nafsunya lalu ia menceraikannya dan membawa kabur maharnya, dan seseorang yang mempergunakan tenaga seseorang, lalu ia tidak membayar upahnya. (HR. Al Baihaqi)
Penjelasan :
Sangat besar dosa orang yang mengawini seorang wanita, hanya sekedar melepaskan nafsu-birahinya, kemudian wanita itu diceraikannya tanpa ada alasan yang dibenarkan dan maskawinnyapun tidak dibayarnya, begitu pula orang yang mempekerjakan seseorang, tapi upahnya tidak dibayarnya.
(Kitab Mukhtarul Ahadits Nabawiyyah - As Sayyid Ahmad Al Hasyimiy, Bab Huruf Hamzah, Halaman 48, Penerbit Al Haromain)
Hadits 235.
ان لله تعالى ملكا موكلابمن يقول : ( يا أرحم الرحمين ) فمن قالها ثلاثا, قال له الملك، ان ارحم الرحمين قد اقبل عليك, فسل. رواه الحاكم عن ابى أمامة
Sesungguhnya Allah SWT. itu mempunyai seorang Malaikat yang ditugaskan kepada orang yang berkata "YAA ARHAMAR ROHIMIIN" (wahai Tuhan Yang Maha Pengasih lagi Penyayang). Barangsiapa yang mengatakan perkataan itu tiga kali, maka Malaikat itu berkata kepadanya. Sesungguhnya Allah yang Maha Pengasih lagi Penyayang, telah menerima pujianmu, maka bermohonlah (berdoalah). (HR. Al Hakim, Dari Abu Umamah ra.)
Penjelasan :
Orang yang suka mengucapkan : YAA ARHAMAR ROHIMIIN 3x, maka akan dijawab oleh Malaikat : Sesungguhnya engkau telah diterima Allah, maka bermohonlah kepada-Nya apa yang engkau inginkan.
(Kitab Mukhtarul Ahadits Nabawiyyah - As Sayyid Ahmad Al Hasyimiy, Bab Huruf Hamzah, Halaman 48, Penerbit Al Haromain)
Hadits 236.
اللهم اجْعَلْنِي مِنَ الَّذِيْنَ إِذَا أَحْسَنُوا اِسْتَبْشَرُوا وَ إِذَا أَسَاءُوا اِسْتَغْفَرُوا. رواه ابن ماجه عن عائشة
ALLAHUMMAJ’ALNII MINAL LADzIINA IDzAA AHSANUU ISTABSyARUU WA IDzAA ASAA-UU ISTAGhFARUU.
Ya Allah, Jadikanlah aku daripada golongan orang yang apabila berbuat baik, mereka bergembira dan apabila berbuat yang tak baik, mereka minta ampun. (HR. Ibnu Majah, Dari ‘Aisyah ra.)
Penjelasan :
Berbahagialah orang yang berbuat baik, lalu ia bergembira karena usahanya itu, dan jika dia bersalah atau berbuat dosa, dia segera menyesal dan minta ampun kepada Allah atas dosanya itu. Marilah kita bermohon kepada Allah agar kita termasuk dalam golongannya.
(Kitab Mukhtarul Ahadits Nabawiyyah - As Sayyid Ahmad Al Hasyimiy, Bab Huruf Hamzah, Halaman 33, Penerbit Al Haromain)
Hadits 237.
اللهم إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ مِنْ قَلْبٍ لَا يَخْشَعُ، وَمِنْ دُعَاءٍ لَا يُسْمَعُ، وَمِنْ نَفْسٍ لَا تَشْبَعُ، وَمِنْ عِلْمٍ لَا يَنْفَعُ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ هَؤُلَاءِ الْأَرْبَعِ. رواه الترمذي عن ابن عمر
ALLAHUMMA INNII A’UUDzUBIKA MIN QOLBIN LAA YAKhSyA’(U), WA MIN DU’AA-IN LAA YUSMA’(U), WA MIN NAFSIN LAA TASyBA’(U), WA MIN ‘ILMIN LAA YANFA’(U), A’UUDzUBIKA MIN HA-ULAA-IL ARBA’(I).
Ya Allah, Aku berlindung kepada-Mu dari hati yang tidak khusyu, dari do'a yang tidak didengar, dari jiwa yang tidak pernah puas, dan dari ilmu yang tidak memberi manfa'at, aku berlindung kepada-Mu dari golongan mereka yang empat macam itu. (HR. At Tirmidzi, Dari Ibnu Umar ra.)
Penjelasan :
Hati yang tidak khusyu' ialah hati yang menyimpang kepada sesuatu, jika dalam shalat, pikirannya melayang-layang memikirkan yang lain-lain, do’a yang tidak didengar, ialah do’a yang tidak diterima Allah, jiwa yang tak pernah puas, ialah orang yang selalu haus mencari ketenangan duniawi, ilmu yang tak memberi manfaat, artinya dia mengerti mana yang halal dan mana yang haram, tetapi itu semua tidak diindahkannya. Maka golongan orang yang empat macam itu adalah orang yang merugi dan kita berlindung kepada Allah, semoga dijauhkan dari itu semua.
(Kitab Mukhtarul Ahadits Nabawiyyah - As Sayyid Ahmad Al Hasyimiy, Bab Huruf Hamzah, Halaman 33, Penerbit Al Haromain)
Hadits 238.
اللهم ارْزُقْنِي حُبَّكَ، وَحُبَّ مَنْ يَنْفَعُنِي حُبُّهُ عِنْدَكَ، اللهم مَا رَزَقْتَنِي مِمَّا أُحِبُّ، فَاجْعَلْهُ قُوَّةً لِى فِيْمَا تُحِبُّ، اللهم وَمَا زَوَيْتَ عَنِّ مِمَّا أُحِبَّ، فَاجْعَلْهُ فَرَاغًا لِى فِيْمَا تُحِبُّ. رواه الترمذي
ALLAHUMMARZUQNII HUBBAKA, WA HUBBA MAN YANFA’UNII HUBBUHU ‘INDAK(A), ALLAHUMMA MAA ROZAQTANII MIMMAA UHIBB(U), FAJ’ALHU QUWWATAN LII FIIMAA TUHIBB(U), ALLAHUMMA WA MAA ZAWAITA ANNI MIMMAA UHIBB(A), FAJ’ALHU FAROGhON LII FIIMAA TUHIBB(U).
Ya Allah, berilah kami rizki cinta kepada-Mu dan cinta kepada orang yang kecintaannya itu bermanfaat bagi diri kami di sisi-Mu. Ya Allah, semoga kecintaan yang telah Engkau anugerahkan kepada kami itu, menjadi kekuatan bagi diri kami untuk mengamalkan hal-hal yang Engkau cintai. Ya Allah, semoga hal-hal yang Engkau palingkan diantara hal-hal yang kami cintai, jadikanlah ia sebagai kekosongan bagi diri kami untuk melakukan hal-hal yang Engkau cintai. (HR. At Tirmidzi).
Penjelasan :
Hadits ini erat kaitannya dengan sebuah hadits lainnya yang mengatakan : Seseorang di antara kamu bukanlah termasuk orang yang beriman hingga Allah dan Rasul-Nya lebih ia cintai daripada dirinya sendiri. Cinta kepada Allah adalah pangkal dari segala kebahagiaan baik di dunia maupun di akhirat, untuk itu orang mu'min dianjurkan memohon kepada Allah agar ia dianugerahi cinta kepada-Nya. Apabila ia cinta kepada Allah, maka Allah mencintainya pula, dan apabila dikasihi Allah, maka taka da kebahagiaan yang melebihinya.
(Kitab Mukhtarul Ahadits Nabawiyyah - As Sayyid Ahmad Al Hasyimiy, Bab Huruf Hamzah, Halaman 33, Penerbit Al Haromain)
Hadits 239.
اللهم اجْعَلْنِي شَكُوُرًا، وَاجْعَلْنِي صَبُوْرًا، وَاجْعَلْنِي فِي عَيْنِي صَغِيْرًا وَفِي أَعْيُنِ النَّاسِ كَبِيْرًا. رواه البزار عن بريدة
ALLAHUMMAJ’ALNII SyAKUURON, WAJ’ALNII ShOBUURON, WAJ’ALNII FII ‘AINII ShOGhIIRON WA FII A’YUNIN NAASI KABIIRON.
Ya Allah! Jadikanlah aku orang yang bersyukur, jadikanlah orang yang bersabar, dan jadikanlah aku pada pandanganku, orang yang sangat kecil, dan pada pandangan manusia orang yang besar. (HR. Al Bazar, Dari Buraidah ra.)
Penjelasan :
Beberapa sifat yang baik-baik yang kita mohonkan kepada Allah SWT, supaya kita mempunyai, sebagaimana yang tersebut diatas ini, dan kita mohon agar diri kita jangan memandang besar kepada diri sendiri tapi pandanglah diri kita seorang manusia biasa, agar kita tidak congkak dan sombong, tapi kita memohon agar di mata masyarakat, kita menjadi manusia yang berharga. Semoga kita berguna untuk agama, nusa dan bangsa.
(Kitab Mukhtarul Ahadits Nabawiyyah - As Sayyid Ahmad Al Hasyimiy, Bab Huruf Hamzah, Halaman 33, Penerbit Al Haromain)
Hadits 240.
اللهم إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَالْجُبْنِ وَالْبُخْلِ وَالْهَرَمِ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ النَّارِ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ. رواه البخاري ومسلم
ALLAHUMMA INNII A’UUDzU BIKA MINAL ‘AJZI WAL KASAL(I), WAL JUBNI WAL BUKhLI WAL HAROM(I), WA A’UUDzU BIKA MIN ‘ADzAABIL QOBR(I), WA A’UUDzU BIKA MIN ‘ADzAABIN NAAR(I), WA A’UUDzU BIKA MIN FITNATIL MAHYAA WAL MAMAAT(I).
Ya Allah, Aku berlindung kepada-Mu dari lemah, malas, takut, bakhil (pelit) dan tua pikun, dan aku berlindung kepada-Mu daripada azab kubur, dan aku berlindung kepada-Mu daripada azab neraka dan aku berlindung kepada-Mu daripada fitnah hidup dan mati. (HR. Bukhori dan Muslim)
Penjelasan :
Bacalah do'a yang tersebut di atas ini, supaya terpelihara dari sifat yang tidak baik.
(Kitab Mukhtarul Ahadits Nabawiyyah - As Sayyid Ahmad Al Hasyimiy, Bab Huruf Hamzah, Halaman 33, Penerbit Al Haromain)
Hadits 241.
اللهم رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رواه البخاري
ALLAHUMMA ROBBANAA AATINAA FID DUNYAA HASANA(TAN/H), WA FIL AAKhIROTI HASANA(TAN/H), WA QINAA ADzAABAN NAAR(I).
Ya Allah Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari azab neraka. (HR. Bukhori)
Penjelasan :
Allah bersifat pengasih lagi penyayang, dan mengabulkan permintaan hamba-Nya. Oleh karena itu mohonlah kepada Allah kehidupan di dunia dan akhirat, dengan melalui cara-caranya yang baik.
Kitab Mukhtarul Ahadits Nabawiyyah - As Sayyid Ahmad Al Hasyimiy, Bab Huruf Hamzah, Halaman 33, Penerbit Al Haromain)
Hadits 242.
اللهم لَا عَيْشَ إِلَّا عَيْشُ الْآخِرَةِ. رواه البخاري
Ya Allah, Tidak ada kehidupan (yang abadi) kecuali kehidupan di akhirat. (HR. Bukhori)
Penjelasan :
Jika kita menginginkan kebahagian hidup didunia saja, tidaklah berarti kehidupan, karena dunia sifatnya sementara (tidak kekal abadi) dan kebahagian hidup di akhirat itulah kehidupan yang hakiki, karena di akhirat kekal dan abadi. Apabila kita mendapat anugrah Allah di akhirat nanti (surga) maka disitulah segala kesenangan yang kekal dan abadi.
(Kitab Mukhtarul Ahadits Nabawiyyah - As Sayyid Ahmad Al Hasyimiy, Bab Huruf Hamzah, Halaman 33, Penerbit Al Haromain)
Hadits 243.
اللهم اغْفِرْ لِي خَطِيْئَتِي وَجَهْلِي وَإِسْرَافِي فِي أَمْرِي وَمَا أَنْتَ أَعْلَمُ بِهِ مِنِّي اللهم اغْفِرْ لِي مَا قَدَّمْتُ وَمَا أَخَّرْتُ وَمَا أَسْرَرْتُ وَمَا أَعْلَنْتُ أَنْتَ الْمُقَدِّمُ وَأَنْتَ الْمُؤَخِّرُ وَأَنْتَ عَلَى كُلِّ شَىْءٍ قَدِيْرٌ. رواه البخارى
ALLAHUMMAGhFIRLII KhOThII’ATII WA JAHLII WA ISROOFII FII AMRII WA MAA ANTA A’LAMU BIHI MINNII, ALLAHUMMAGhFIRLII MAA QODDAMTU WA MAA AKhKhORTU WA MAA ASRORTU WA MAA A’LANTU ANTAL MUQODDIMU WA ANTAL MU-AKhKhIRU WA ANTA 'ALAA KULLI SyAI-IN QODIIR(UN).
Ya Allah, Ampunilah kesalahanku, kebodohanku, keborosanku (melampaui batas) dalam pekerjaanku dan apa yang Engkau lebih mengetahui dari padaku. Ya Allah, Ampunilah apa-apa yang terdahulu dari dosaku, dan apa-apa yang terakhir, dan apa-apa yang tersembunyi, dan apa-apa yang nyata. Engkaulah Tuhan yang terdahulu dan yang terakhir dan Engkau atas tiap-tiap sesuatu kuasa. (HR. Bukhori)
Penjelasan :
Hendaklah kita selalu memohon ampun atas segala kesalahan, kebodohan dan keborosan dan sebagainya, maklumlah kita ini sebagai manusia, tidak luput dari segala kesalahan, baik yang telah dikerjakan atau yang akan dikerjakan, yang tidak diketahui atau yang diketahui. Allah mempunyai sifat qadim, artinya terdahulu yang tidak ada yang mendahuluinya dan yang terakhir, yaitu semua akan lenyap kecuali wajah Allah SWT.
(Kitab Mukhtarul Ahadits Nabawiyyah - As Sayyid Ahmad Al Hasyimiy, Bab Huruf Hamzah, Halaman 33, Penerbit Al Haromain)
Hadits 244.
اللهم إِنَّكَ تَسْمَعُ كَلَامِي، وَتَرَى مَكَانِي، وَتَعْلَمُ سِرِّى وَعَلَانِيَتِی لَا يَخْفَى عَلَيْكَ شَيْءٌ مِنْ أَمْـرِى، وَأَنَا الْبَائِسُ الْفَقِيْرُ الْمُسْتَغِيْثُ الْمُسْتَجِيْرُ الْوَجِلُ الْمُشْفِقُ، الْمُقِرُّ الْمُعْتَرِفُ بِذَنْبِهِ، أَسْأَلُكَ مَسْأَلَةَ الْمِسْكِيْنِ وَأَبْتَهِلُ إِلَيْكِ اِبْتِهَالَ الْمُذْنِبِ الذَّلِيْلِ، وَأَدْعُوْكَ دُعَاءَ الْخَائِفِ الْمُضْطَرِّ مَنْ خَضَعَتْ لَكَ رَقَبَتُهُ، وَفَاضَتْ لَكَ عَبْرَتُهُ، وَذَلَّ لَكَ جِسْمُهُ، وَرَغِمَ لَكَ أَنْفُهُ، اللهم لَا تَجْعَلْنِي بِدُعَائِكَ شَقِيًا، وَكُنْ بِي رَءُوْفًا رَحِيْمًا يَا خَيْرَ الْمُسْئُوْلِيْنَ، وَيَا خَيْرَ الْمُعْطِيْنَ. رواه الطبراني عن ابن عبـاس
ALLAHUMMA INNAKA TASMA’U KALAAMII, WA TAROO MAKAANII, WA TA’LAMU SIRRII WA ‘ALAANIYATI LAA YAKhFA ‘ALAIKA SyAI-UN MIN AMRII, WA ANAL BAA-ISUL FAQIIRUL MUSTAGhITsUL MUSTAJIIRUL WAJILUL MUSyFIQ(U), AL MUQIRRUL MU’TARIFU BIDzANBIHI, AS-ALUKA MAS-ALATAL MISKIINI WABTAHILU ILAIKA WA IBTIHAALAL MUDzNIBIDz DzALIIL(I), WA AD’UUKA DU’AA-AL KhO-IFIL MUDhThORRI MAN KhODhO’AT LAKA ROQOBATUHU, WA FAADhOT LAKA ‘ABROTUHU, WA DzALLA LAKA JISMUHU, WA ROGhIMA LAKA ANFUHU, ALLAHUMMA LAA TAJ’ALNII BIDU’AA-IKA SyAQIYAN, WA KUN BII RU-UUFAN ROHIIMAN YAA KhOIROL MAS’UULIINA, WA YAA KhOIROL MU’ThIINA.
Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha mendengar perkataanku, Maha Melihat kedudukanku, Maha Mengetahui rahasia dan kenyataanku, Tak ada sesuatupun dari perkaraku yang samar bagi-Mu. Aku adalah orang yang sengsara, fakir, memohon pertolongan, memohon perlindungan, takut, memohon belas kasihan dan mengakui dosanya, aku meminta kepadamu sebagaimana halnya orang miskin meminta, aku mengagungkan-Mu sebagaimana halnya orang yang berdosa lagi hina mengagungkan-Mu, aku berdo'a kepada-Mu sebagaimana halnya orang yang takut dan dalam keadaan terpaksa memohon kepada-Mu, Aku berdo'a kepada-Mu sebagaimana halnya orang yang jiwanya tunduk kepadamu berdo'a. Aku berdo'a kepada-Mu sebagaimana halnya do'anya orang-orang yang menangis karena memohon ampun an-Mu, sebagaimana do'anya orang yang merasa dirinya hina di hadapan-Mu, dan sebagaimana do'anya orang yang merasa tidak ada harganya di hadapan-Mu. Ya Allah, janganlah Engkau jadikan do'aku terhadap-Mu sebagai do'anya orang yang celaka, kumohon curahkan lah belas kasihan dan kesayanganmu kepadaku, wahai sebaik-baik Dzat yang dipinta dan sebaik-baik Dzat yang pemberi. (HR. Ath Thabraniy, Dari Ibnu Abbas ra.)
Penjelasan :
Manusia itu tidak ada yang luput dari kesalahan dan perbuatan dosa, baik disengaja ataupun tidak, untuk itu ia dianjurkan agar melakukan istighfar kepada Yang Maha Pencipta setiap waktunya. Orang yang tidak meminta ampunan kepada Allah berarti dia adalah orang yang sombong, dan orang sombong itu dilaknat oleh Tuhan. Sebab Allah itu adalah Maha Pengampun segala dosa, dan la Maha mengabulkan segala do'a hamba-Nya. Allah akan murka apabila tidak diminta, berbeda dengan manusia yaitu apabila diminta ia marah.
(Kitab Mukhtarul Ahadits Nabawiyyah - As Sayyid Ahmad Al Hasyimiy, Bab Huruf Hamzah, Halaman 34, Penerbit Al Haromain)
Hadits 245.
اللهم أَصْلِحْ ذَاتَ بَيْنِنَا، وَأَلِّفْ بَيْنَ قُلُوْبِنَا، وَاهْدِنَا سَبُلُ السَّلَامِ، وَنَجِّنَا مِنْ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّوْرِ، وَجَنِّبْنَا الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ
اللهم وَبَارِكْ لَنَا فِي أَسْمَاعِنَا، وَأَبْصَارِنَا، وَقُلُوْبِنَا، وَأَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا، وَتُبْ عَلَيْنَا إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ ، وَاجْعَلْنَا شَاكِرِينَ لِنِعْمَتِكَ، مُثْنِينَ بِهَا، قَابِلِيْنَ لَهَا، وَأَتِمَّهَا عَلَيْنَا. رواه الحاكم عن ابن مسعـود
ALLAHUMMA AShLIH DzAATA BAININAA, WA ALLIF BAINA QULUUBINAA, WAHDINAA SUBULUS SALAAM(I), WA NAJJINAA MINAZh ZhULUMAATI ILAN NUUR(I), WA JANNIBNAL FAWAAHISyA MAA ZhOHARO MINHAA WA MAA BAThON(A),
ALLAHUMMA BAARIK LANAA FII ASMAA’INAA, WA ABShOORINAA, WA QULUUBINAA, WA AZWAAJIINA, WA DzURRIYYAATINAA, WA TUB ‘ALAINAA INNAKA ANTAT TAWWAABUR ROOHIIM(U), WAJ’ALNAA SyAKIRIINA LINI’MATIKA, MUTsNIINA BIHA, QOOBILIINA LAHAA, WA ATIMMAHAA ‘ALAINAA.
Ya Allah, baikkanlah segala urusan kami, lunakkanlah hati kami, tunjukkanlah kami kepada jalan keselamatan, lepaskanlah kami dari kegelapan kepada cahaya, jauhkanlah kami dari perbuatan yang keji-keji, apa yang lahir daripadanya, dan apa yang tersembunyi.
Ya Allah, berkatilah bagi kami pada pendengaran kami dan penglihatan kami, dan hati kami, dan suami/isteri kami, dan keturunan kami dan beri tobatlah kami, sesungguhnya Engkau penerima tobat lagi penyayang, dan jadikanlah kami orang yang bersyukur atas ni'mat Engkau, orang yang memuji atasnya, orang yang menerimanya, dan sempurnakanlah nikmat itu atas kami. (HR. Al Hakim, Dari Ibnu Mas'ud ra.)
Penjelasan :
Do'a untuk memohon kepada Allah SWT. dalam beberapa hal, seperti yang tersebut di atas ini, alangkah baiknya jika kita panjatkan setiap waktu terutama sekali seusai shalat fardhu agar kita menjadi orang yang berbahagia.
(Kitab Mukhtarul Ahadits Nabawiyyah - As Sayyid Ahmad Al Hasyimiy, Bab Huruf Hamzah, Halaman 34, Penerbit Al Haromain)
Hadits 246.
اللهم أَصْلِحْ دِيْنِى الَّذِى هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِى، وَأَصْلِحْ لِى دُنْيَاىَ الَّتِى فِيْهَا مَعَاشِى، وَأَصْلِحْ لِى آخِرَتِى الَّتِى فِيْهَا مَعَادِى، وَاجْعَلِ الْحَيَاةَ زِيَادَةً لِى فِى كُلِّ خَيْرٍ، وَاجْعَلِ الْمَوْتَ رَاحَةً لِى مِنْ كُلِّ شَرٍّ. رواه مسلم عن أبي هريرة
ALLAHUMMA AShLIH DIINII AL LADzI HUWA ‘IShMATU AMRI, WA AShLIH LII DUNYAYA AL LATI FIIHA MA‘AASyI, WA AShLIH LII AAKhIROTI AL LATI FIIHA MA’AADI, WAJ’ALIL HAYAATA ZIYAADATA(N/L) LII FI KULLI KhOIR, WAJ’ALIL MAUTA ROHATA(N/L) LII MIN KULLI SyARR(I).
Ya Allah, perbaikilah agamaku yang dengan berkahnya urusanku terpelihara dan perbaikilah urusan keduniawianku yang merupakan urusan kehidupanku. Dan perbaikilah urusan akhiratku yang merupakan tempat kembaliku, dan jadikanlah kehidupanku ini disertai bertambahnya kebaikan, dan jadikanlah kematianku sebagai istirahat dari segala bentuk kejelekan. (HR. Muslim, Dari Abu Hurairah ra.)
Penjelasan :
Agama adalah merupakan pemelihara urusan keduniawian, urusan duniawi tanpa disertai dengan kendali agama, maka akan kacau. Dan urusan duniawi yang keadaannya morat-marit akan berpengaruh pada kehidupan orang yang bersangkutan, sehingga ibadahnya pun tidak tenang. Sebagaimana seseorang itu tidak boleh melupakan urusan duniawinya ia pun tidak boleh melupakan urusan akhiratnya, karena di akhirat kehidupan yang benar-benar abadi akan dialaminya karena ia tempat kembalinya. Hidup tanpa kebaikan sia-sia, yang hidupnya tidak pernah melakukan amal kebaikan amat celakalah ia kelak di akhirat, karena tidak ada bekal yang akan menyelamatkannya selain dari amal kebaikan. Untuk itu seseorang dianjurkan berdo'a setiap saatnya meminta kepada Allah hal-hal kebaikan yang telah disebutkan di atas.
(Kitab Mukhtarul Ahadits Nabawiyyah - As Sayyid Ahmad Al Hasyimiy, Bab Huruf Hamzah, Halaman 34, Penerbit Al Haromain)
Hadits 247.
اللهم اجْعَلْ حُبَّكَ أَحَبَّ الْأَشْيَاءِ اِلَيَّ، وَاجْعَلْ خَشْيَتَكَ أَخْوَفَ الْأشْيَاءَ عِنْدِى، وَاقْطَعْ عَنِّى حَاجَاتِ الدُّنْيَا بِالشَّوْقِ إِلَى لِقَائِكَ ، وَإِذَا أَقْرَرْتَ أَعْيُنَ أَهْلِ الدُّنْيَا مِنْ دُنْيَاهُمْ فَأَقْرِرْ عَيْنِى مِنْ عِبَادَتِكَ. رواه أبو نعيم عن الهيثم بن مالك الطائى
ALLAHUMMAJ’AL HUBBAKA AHABBAL ASyYAA-I ILAYYA, WAJ’AL KhOSyYATAKA AKhWAFAL ASyYAA-A ‘INDII, WAQThO’ ‘ANNII HAAJAATID DUNYAA BISy-SyAUQI ILAA LIQOO-IK(A), WA IDzAA AQRORTA A’YUNA AHLID DUNYAA MIN DUNYAAHUM FA-AQRIR ‘AINII MIN ‘IBAADATIK(A).
Ya Allah, semoga Engkau jadikan kecintaanku terhadap-Mu adalah sesuatu yang paling aku cintai, dan jadikanlah Engkau dalam diriku sebagai yang paling aku takuti. Semoga Engkau memutuskan ke butuhan-kebutuhan duniawiku dengan kerinduan untuk bertemu dengan-Mu. Apabila Engkau telah membuat mata ahli dunia merasa bahagia dengan harta benda yang dimilikinya, maka bahagiakanlah diriku dengan beribadah kepada-Mu. (Hadits riwayat Abu Na'im dari Haitsam ibnu Malik Ath Tha'iy)
Penjelasan :
Cinta kepada selain Allah adalah kesesatan, sebab sebagaimana yang dikatakan oleh hadits, bahwa bukanlah seseorang itu termasuk orang yang beriman kecuali apabila Allah dan Rasul-Nya lebih ia cintai dari dirinya sendiri, keluarganya dan harta bendanya. Cinta kepada Allah adalah jalan untuk menuju kebahagiaan yang abadi, seseorang yang benar-benar cinta kepada Allah, maka sebaliknya Allah akan lebih mencintainya, hingga jadilah ia sebagai kekasih Allah, segala apa yang dipintanya akan dikabulkan oleh-Nya. Sebagai tanda cinta seseorang kepada Allah ialah hendaknya ia bertakwa kepada-Nya di mana pun ia berada, menjalankan semua perintah perintah-Nya dan menjauhi larangan-larangan-Nya, tanpa hal ini pengakuan cintanya adalah bohong.
(Kitab Mukhtarul Ahadits Nabawiyyah - As Sayyid Ahmad Al Hasyimiy, Bab Huruf Hamzah, Halaman 34 - 35, Penerbit Al Haromain)
Hadits 248.
اللهم افْتَحْ مَسَامِعَ قَلْبِي لِذِكْرِكَ، وَارْزُقْنِي طَاعَتَكَ وَطَاعَةَ رَسُوْلِكَ، وَعَمَلًا بِكِتَابِكَ. رواه الطبراني عن علي
ALLAHUMMAFTAH MASAAMI’A QOLBII LIDzIKRIK(A), WARZUQNII ThOO’ATAKA WA ThOO’ATA ROSUULIK(A), WA ‘AMALAN BIKITAABIK(A).
Ya Allah, bukakanlah pendengaran hatiku untuk mengingat Engkau, dan berilah aku rizki taat kepada-Mu dan taat kepada rasul-Mu serta mengamalkan kitab-Mu. (HR. Ath Thabrani, Dari Sayyidina Ali KWJ.)
Penjelasan :
Apabila pendengaran telah dibukakan Allah SWT. untuk menerima ajarannya, pastilah hati akan selalu ingat kepada Allah, kemudian dalam do'a ini ia mengharapkan agar Tuhan memberi rizki taat kepada Allah dan Rasul-Nya serta mengamalkan Al-Qur'an, itulah yang dinamakan rizki yang abadi.
(Kitab Mukhtarul Ahadits Nabawiyyah - As Sayyid Ahmad Al Hasyimiy, Bab Huruf Hamzah, Halaman 35, Penerbit Al Haromain)
Hadits 249.
اللهم الْطُفْ بِي فِي تَيْسِيْرِ كُلِّ عَسِيْرٍ، فَإِنَّ تَيْسِيْرَ كُلِّ عَسِيْرٍ عَلَيْكَ يَسِيْرٌ، وَأَسْأَلُكَ الْيُسْرَ وَالْمُعَافَاةَ فِي الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ. رواه الطبراني عن أبي هريرة
ALLAHUMMAL ThUF BII FII TAISIIRI KULLI ‘ASIIR(IN), FA-INNAA TAISIIRO KULLI ‘ASIIRIN ‘ALAIKA YASIIR(UN), WA AS-ALUKAL YUSRO WAL MU’AAFAATA FID DUNYAA WAL AAKHIRO(TI/H).
Ya Allah, mudahkamlah bagiku dalam memudahkan tiap-tiap kesukaran (kesulitan), karena sesungguhnya memudahkan tiap-tiap yang sukar Itu bagi-Mu adalah mudah, dan aku memohon kepada-Mu kemudahan dan kebahagiaan di dunia dan akhirat. (HR. Ath Thabrani, dari Abu Hurairah ra.)
Penjelasan :
Jika kita menghadapi satu pekerjaan besar lagi baik, rasanya agak sukar untuk melaksanakannya, karena kekurangan keuangan, tapi apabila telah dihadapi benar dengan niat yang ikhlas, Alhamduillah apa yang dicita-citakan itu terlaksana juga, seumpama membangun mesjid-mesjid, rumah, sekolah dan sebagainya. Demikianlah kemurahan dan keagungan Allah yang telah memudahkan jalan yang sukar itu.
(Kitab Mukhtarul Ahadits Nabawiyyah - As Sayyid Ahmad Al Hasyimiy, Bab Huruf Hamzah, Halaman 35, Penerbit Al Haromain)
Hadits 250.
اللهم أَغْنِنِى بِالْعِلْمِ، وَزَيِّنِّي بِالْحِلْمِ، وَأَكْرِمْنِى بِالتَّقْوَى، وَجَمِلْنِي بِالْعَافِيَةِ. رواه ابن النجار عن ابن عمر
ALLAHUMMA AGhNINII BIL’ILMI, WA ZAYYINNII BILHILMI, WA AKRIMNII BIT TAQWAA, WA JAMILNII BIL ‘AAFIYA(TI/H).
Ya Allah, kayakanlah aku dengan ilmu, hiasilah aku dengan sifat penyantun, muliakan aku dengan takwa, dan baguskanlah aku dengan kesejahteraan. (HR. Ibnu Najar, Dari Ibnu Umar ra.)
Penjelasan :
Kaya dengan ilmu, itulah kekayaan yang hakiki, dan orang yang mempunyai sifat penyantun, sayang kepada sesama manusia, itulah budi pekerti yang mulia, dan orang yang berbudi-tinggi, lebih bernilai daripada orang yang berhias dengan mas dan perak dan sebagainya, orang yang takwa kepada Allah, itulah yang semulia mulia manusia, dan sejahtera dirinya lahir-batin itulah yang sebagus-bagus manusia. Maka bermohonlah kepada Allah agar mempunyai sifat-sifat yang baik itu.
(Kitab Mukhtarul Ahadits Nabawiyyah - As Sayyid Ahmad Al Hasyimiy, Bab Huruf Hamzah, Halaman 35, Penerbit Al Haromain)
Website
: https://www.shulfialaydrus.com/ dan
https://www.shulfialaydrus.id/ dan https://www.shulfi.web.id/
Website
Majelis Nuurus Sa’aadah : https://www.nurussadah.my.id/
Youtube : https://www.youtube.com/@shulfialaydrusofficial
Channel
Whatsapp Majelis Nuurus Sa’aadah :
https://whatsapp.com/channel/0029VaGk9XSInlqYXl970K32
Instagram
: https://www.instagram.com/shulfialaydrus/
Twitter
:
https://twitter.com/shulfi
https://twitter.com/shulfialaydrus
Telegram
: https://telegram.me/shulfialaydrus/
Telegram
Majelis Nuurus Sa'aadah : https://telegram.me/majlisnuurussaadah/
LINE
: shulfialaydrus
Facebook
: Muhammad Shulfi Al ‘Aydrus atau
https://www.facebook.com/shulfialaydrus/
https://www.facebook.com/habibshulfialaydrusofficial/
Facebook
Fanpage : Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus atau https://www.facebook.com/shulfialaydrusofficial/
Group
Facebook : Majelis Nuurus Sa’aadah atau https://www.facebook.com/groups/160814570679672/
Donasi
atau infak atau sedekah.
Bank
BRI Cab. JKT Joglo.
Atas
Nama : Muhamad Shulfi.
No.Rek
: 0396-01-011361-50-5.
Penulis dan pemberi ijazah : Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus, S.Kom.
محمد
سلفى بن أبو نوار العيدروس
Komentar
Posting Komentar