Kitab Mukhtarul Ahadits Nabawiyyah (Hadits 251-300)

Kitab Mukhtarul Ahadits Nabawiyyah (Hadits 251-300).

Hadits 251.

اللهم إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ مِنْ خَلِيْلِ مَاكِرٍ، عَيْنَاهُ تَرَيَانِي، وَقَلْبُهُ يَرْعَانِي، إِنْ رَأَى حَسَنَةً دَفَنَهَا، وَإِنْ رَأَى سَيِّئَةً أَذَاعَهَا. رواه ابن النجار عـن سعد بن سعيد المقبري مرسـلا

ALLAHUMMA INNII A’UUDzU BIKA MIN KhOLIILI MAAKIRIN, ‘AINAAHU TAROYAANII, WA QOLBUHU YAR’AANII, IN RO-AA HASANATAN DAFANAHAA, WA IN RO-AA SAYYI-ATAN ADzAA’AHAA. 

Ya Allah, Aku berlindung kepada-Mu, darl teman yang penipu, matanya memandangku, dan hatinya mengawasiku, jika dia melihat kebaikan padaku disembunyikannya hal itu dan jika dia melihat kejahatan padaku disiarkannya. (HR. Ibnu Hajar, Dari Sa'ad bin Sa'id Al Maqbari ra. secara Mursal)

Penjelasan : 

Teman yang penipu, ialah teman yang kata-katanya manis tapi hatinya busuk, musuh dalam selimut, menggunting dalam lipatan, menusuk kawan seiring dan sebagainya. Mudah-mudahan kita jangan mempunyai teman yang seperti itu.

(Kitab Mukhtarul Ahadits Nabawiyyah - As Sayyid Ahmad Al Hasyimiy, Bab Huruf Hamzah, Halaman 35, Penerbit Al Haromain)

Hadits 252.

اللهم ارحم خلفائي الذين يأتون من بعدى، الذين يروون أحاديثى وسنتى، ويعلمونها النّاس. رواه الطبراني عن علي

Ya Allah, kasihilah orang yang di belakangku yang datang mereka sesudahku, yang memperhatikan mereka akan beritaku dan sunnahku, dan mengajarkan mereka kepada manusia. (HR. Ath Thabrani, Dari 'Ali kwj.) 

Penjelasan : 

Umat yang datang sesudah Nabi yang tak bertemu dengan Nabi, tapi mereka mempercayai Allah dan Rasulnya dan merekapun mengajarkan kepada manusia ilmu yang diperolehnya, sehingga bertebaranlah ajaran Allah dan Rasul-Nya di mana-mana, maka umat yang demikianlah yang dido'akan Nabi. Mudah-mudahan kita ini termasuk orang yang dido'akan oleh Nabi.

(Kitab Mukhtarul Ahadits Nabawiyyah - As Sayyid Ahmad Al Hasyimiy, Bab Huruf Hamzah, Halaman 35, Penerbit Al Haromain)

Hadits 253.

الله الله في قبط مصر، فإنكم ستظهرون عليهم فيكونُون لكم عدة وأعوانا في سبيل الله. رواه الطبراني

Ingatlah Allah, ingatlah Allah di dalam bangsa Oibthiy Mesir, sesungguhnya kamu sekalian akan menang atas mereka, kemudian mereka akan menjadi pembantu dan penolong kamu di dalam berjuang fisabilillah. (HR. Ath Thabraniy) 

Penjelasan : 

Bangsa Qibthiy penduduk asli Mesir adalah bangsa yang terkenal durhaka kepada Alah, tetapi akhirnya mereka akan menjadi pembantu dan penolong umat Islam berkat hidayah dan taufiq Allah, hingga diramalkan oleh Nabi bahwa akan muncul dari kalangan mereka orang-orang yang membela umat Islam di berbagai bidang. Dan memang hal ini terbukti, hadits ini merupakan mu'jizat Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa aalihi wa sallam di mana beliau mampu meramal apa yang akan terjadi kelak, dan ramalannya itu pasti benar karena didukung oleh wahyu Ilahi.

(Kitab Mukhtarul Ahadits Nabawiyyah - As Sayyid Ahmad Al Hasyimiy, Bab Huruf Hamzah, Halaman 35, Penerbit Al Haromain)

Hadits 254.

أَمَّا بَعْدُ فَإِنَّ الدُّنْيَا حَضِرَةٌ حُلْوَةٌ ، وَإِنَّ اللهَ مُسْتَخْلِفُكُمْ فِيْهَا، فَنَاظِرٌ كَيْفَ تَعْمَلُوْنَ ، فَاتَّقُوا الدُّنْيَا وَاتَّقُوا النِّسَاءَ، فَإِنَّ أَوَّلَ فِتْنَةِ بَنِي إِسْرَائِيْلَ كَانَتْ فِى النِّسَاءِ أَلَا إِنَّ بَنِي آدَمَ خُلِقُوا عَلَى طَبَقَاتٍ شَتَّى، فَمِنْهُمْ مَنْ يُوْلَدُ مُؤْمِنًا، وَيَحْيَا مُؤْمِنًا وَيَمُوْتُ مُؤْمِنًا، وَمِنْهُمْ مَنْ يُولَدُ كَافِرًا وَيَحْيَا كَافِرًا وَيَمُوتُ كَافِرًا، وَمِنْهُمْ مَنْ يُولَدُ مُؤْمِنًا وَيَحْيَا مُؤْمِنًا وَيَمُوتُ كَافِرًا، وَمِنْهُمْ مَنْ يُولَدُ كَافِرًا وَيَحْيَا كَافِرًا وَيَمُوتُ مُؤْمِنًا، أَلَا إِنَّ الْغَضَبَ جَمْرَةً تَوَقَّدُ  فِي جَوْفِ ابْنِ آدَمَ أَلَا تَرَوْنَ إِلَى حُمْرَةِ عَيْنَيْهِ وَانْتِفَاحَ أَوْدَاجِهِ؟  فَإِذَا وَجَدَ أَحَدُكُمْ شَيْئًا مِنْ ذلِكَ فَالْأَرْضَ الْأَرْضِ أَلَا إِنَّ خَيْرَ الرِّجَالِ مَنْ كَانَ بَطِيءَ الْغَضَبِ سَرِيعَ الرِّضَا، وَشَرَّ الرِّجَالِ مَنْ كَانَ سَرِيعَ الْغَضَبِ بَطِيءَ الرِّضَا فَإِذَا كَانَ الرَّجُلُ بَطِي الْغَضَبِ بَطِي الْفَيْءِ أَوْ سَرِيعَ الْغَضَبِ سَرِيعَ الْفَيْ  فَإِنَّهَا بِهَا. أَلاَ إِنَّ خَيْرَ التَّجَّارِ مَنْ كَانَ حَسَنَ الْقَضَهِ حَسَنَ الطَّلَبِ، وَشَرَّ التَّجَارِ مَنْ كَانَ سَيِّءَ الْقَضَهِ سَيِّءَ الطَّلَبِ، فَإِذَا كَانَ الرَّجُلُ حَسَنَ الْقَضَا سَيِّءَ الطَّلَب أَوْ كَانَ سَيِّءَ الْقَضَا حَسَنَ الطَّلَب فَإِنَّهَا بِهَا أَلَا وَإِنَّ لِكُلِّ غَادر لِوَاء يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِقَدْرِ غُدْرَتِهِ، أَلاَ وَإِنَّ أَكْبَرَ الْغَدْرِ غَدْرُ أمير عَامَّة، ألا لا يَمْنَعَنْ رَجُلاً مَهَابَةُ النَّاسِ أَنْ يَتَكَلَّمَ بِالْحَقِّ إِذَا عَلِمَهُ أَلَا إِنَّ فَضْلَ الْجِهَادُ كلمةُ حَقٌّ عِنْدَ سُلْطَان جَائِرِ. أَلاَ إِنَّ مَثَلَ مَا بَقِيَ مِنَ الدُّنْيَا فِيمَا مَضَى مِنْهَا مَثَلُ يَوْمِكُمْ هَذَا فِيمَا مَضَى مِنْهُ. رواه الترمذي عن أبي سعيد

"Amma ba'du. Sesungguhnya dunia itu hijau dan indah, dan sesungguhnya Allah menjadikan kalian sebagai khalifah di dalamnya, lalu Dia melihat bagaimana kalian berbuat. Maka berhati-hatilah terhadap dunia dan berhati-hatilah terhadap wanita, karena sesungguhnya fitnah pertama yang menimpa Bani Israil adalah disebabkan oleh wanita. Ketahuilah, sesungguhnya anak keturunan Adam diciptakan dalam berbagai keadaan. Di antara mereka ada yang dilahirkan sebagai orang beriman, hidup sebagai orang beriman, dan meninggal sebagai orang beriman. Di antara mereka ada yang dilahirkan sebagai orang kafir, hidup sebagai orang kafir, dan meninggal sebagai orang kafir. Di antara mereka ada yang dilahirkan sebagai orang beriman, hidup sebagai orang beriman, tetapi meninggal sebagai orang kafir. Dan di antara mereka ada yang dilahirkan sebagai orang kafir, hidup sebagai orang kafir, tetapi meninggal sebagai orang beriman. Ketahuilah, sesungguhnya kemarahan adalah bara yang menyala di dalam diri anak Adam. Tidakkah kalian melihat kedua matanya menjadi merah dan urat urat lehernya membengkak? Maka apabila salah seorang di antara kalian merasakan sesuatu dari kemarahan itu, hendaklah ia merendahkan diri dan menempelkan dirinya ke tanah. Ketahuilah, sebaik-baik manusia adalah orang yang lambat marah dan cepat kembali ridha. Dan seburuk-buruk manusia adalah orang yang cepat marah dan lambat kembali ridha. Apabila seseorang lambat marah dan lambat kembali kepada ketenangan, atau cepat marah dan cepat kembali kepada ketenangan, maka masing masing memiliki sisi yang mengimbangi sisi lainnya. Ketahuilah, sebaik-baik pedagang adalah orang yang baik dalam memenuhi kewajibannya dan baik dalam menagih haknya. Dan seburuk-buruk pedagang adalah orang yang buruk dalam memenuhi kewajibannya dan buruk dalam menagih haknya. Apabila seseorang baik dalam memenuhi kewajibannya tetapi buruk dalam menagih haknya, atau buruk dalam memenuhi kewajibannya tetapi baik dalam menagih haknya, maka masing-masing memiliki sisi yang mengimbangi sisi lainnya. Ketahuilah, setiap orang yang berkhianat akan memiliki sebuah panji pada hari kiamat, sesuai dengan kadar pengkhianatannya. Ketahuilah, pengkhianatan yang paling besar adalah pengkhianatan seorang pemimpin yang mengurusi urusan masyarakat. Janganlah rasa takut terhadap manusia menghalangi seseorang untuk menyampaikan kebenaran apabila ia mengetahuinya. Ketahuilah, jihad yang paling utama adalah menyampaikan kalimat kebenaran di hadapan penguasa yang zalim. Ketahuilah, perumpamaan sisa dunia dibandingkan dengan masa dunia yang telah berlalu adalah seperti perumpamaan sisa hari kalian ini dibandingkan dengan bagian hari yang telah berlalu darinya. (HR. At Tirmidzi, dari Abu Sa'id ra.)

(Kitab Mukhtarul Ahadits Nabawiyyah - As Sayyid Ahmad Al Hasyimiy, Bab Huruf Hamzah, Halaman 35 - 36, Penerbit Al Haromain)

Hadits 255. 

امتى هذه أمة مرحومة، ليس عليها عذاب في الآخرة إنما عذابها في الدنيا الفتن، والزلازل، والقتل، والبلايا. رواه الطبراني عن أبي موسى

Umatku ini adalah umat yang dibelaskasihani, mereka tidak akan mendapat adzab di akhirat nanti, sesungguhnya adzab mereka adalah di dunia yaitu berupa fitnah, gempa bumi, pembunuhan dan bala (mala petaka). (HR. Ath Thabrani, Dari Abu Musa ra.) 

Penjelasan : Umat Nabi Muhammad, ialah orang yang mengikut sunnah Nabi, dan umat ini tidak akan kena azhab dan tidak masuk neraka (dengan kekal), tetapi di dunia, banyak cobaan terhadapnya, seperti terfitnah, dibunuh orang, malapetaka dan bencana alam. Cobaan ini jika dibandingkan dengan adzab neraka, tentulah cobaan itu amat ringan sekali. Jika mendapat cobaan yang seperti itu bersabarlah, ini seakan-akan pengganti adzab di akhirat. 

(Kitab Mukhtarul Ahadits Nabawiyyah - As Sayyid Ahmad Al Hasyimiy, Bab Huruf Hamzah, Halaman 37, Penerbit Al Haromain)

Hadits 256. 

امسح رأس اليتيم (هكذا) إلى مقدم رأسه ومن له أب (هكذا) إلى مؤخر رأسه. رواه الخطيب عن ابن عباس

Usaplah kepala anak yatim begini, (dari kepala belakang sampai ke arah muka kepalanya) dan orang yang mempunyai bapak tetapi tidak beribu begini mengusapnya, (dari depan sampai ke belakang kepalanya). (HR. Al Khatib dari Ibnu Abbas ra.)  

Penjelasan : 

Anak yatim, adalah anak yang kematian ayah, dan piyatu adalah anak yang kematian ibu, kedua macam itu hendaklah disayangi, dan diusap kepalanya. Yang kematian ayah, kepalanya diusap Dari belakang sampai ke depan kepalanya, dan yang kematian ibu, diusap kepalanya dari depan sampai ke belakang kepalanya. Tapi mengusap ini bukanlah sekedar mengusap-ngusap seperti mengusap kucing, bahkan pelihara dan didiklah mereka, atau berilàh mereka itu uang sekedarnya, jangan sampai kehidupan mereka melarat dan tersia-sia (ditelantarkan). 

(Kitab Mukhtarul Ahadits Nabawiyyah - As Sayyid Ahmad Al Hasyimiy, Bab Huruf Hamzah, Halaman 37, Penerbit Al Haromain)

Hadits 257. 

إن الله تعالى إذا أنزل عاهة من السماء على أهل الأرض صرفت عن عمار المساجد. رواه ابن عساكر عن أنس

Sesungguhnya Allah Ta'ala apabila menurunkan bencana (penyakit) dari langit kepada ahli bumi, dipalingkan dari padanya orang yang memakmurkan masjid. (HR. Ibnu 'Asakir, Dari Anas ra.) 

Penjelasan : 

Apabila mesjid-mesjid telah sepi tandanya adzab Allah akan datang dari langit. Orang-orang apabila telah malas mendengarkan ajaran-ajaran Allah, berarti hatinya sudah tertutup, dan maksiatlah yang akan berkembang. Apabila maksiat merata, maka pada saat itulah azab Allah turun dari langit. 

(Kitab Mukhtarul Ahadits Nabawiyyah - As Sayyid Ahmad Al Hasyimiy, Bab Huruf Hamzah, Halaman 37, Penerbit Al Haromain)

Hadits 258.

إن الله تعالى استخلص هذا الدين لنفسه، ولا يصلح لدينكم إلا السخاء، وحسن الخلق، ألا فزينوا دينكم بهما. رواه الطبراني عن عمران بن حصين

Sesungguhnya Allah swt. menentukan agama ini (Islam) bagi diri-Nya, dan tidak baik bagi agamamu, kecuali pemurah, dan baik perangai. Ketahuilah, maka hiasilah agamamu dengan sifat yang dua macam itu. (HR. Ath Thabrani, Dari Imran bin Hushen) 

Penjelasan : 

Islam adalah agama yang telah direstui Allah swt. Orang Islam haruslah mempunyai sifat pemurah, tidak bakhil, tamak, rakus dan sebagainya dan haruslah berbudi-baik dalam segala hal. Itulah perhiasan diri orang yang beriman, karena itu mereka disenangi orang di mana-mana.

(Kitab Mukhtarul Ahadits Nabawiyyah - As Sayyid Ahmad Al Hasyimiy, Bab Huruf Hamzah, Halaman 37, Penerbit Al Haromain)

Hadits 259.

إن أبغض الرجال إلى الله الألد الخصم. رواه مسلم

Orang yang paling dibenci oleh Allah ialah orang yang sangat suka bertengkar. (HR. Muslim) 

Penjelasan : 

Jauhilah perbuatan yang mendatangkan pertengkaran.

(Kitab Mukhtarul Ahadits Nabawiyyah - As Sayyid Ahmad Al Hasyimiy, Bab Huruf Hamzah, Halaman 37, Penerbit Al Haromain)

Hadits 260.

إن الذين يصنعون هذه الصورة يعذبون يوم القيامة، فيقال لهم: "أحيوا ما خلقتم". رواه الشيخان

Sesungguhnya orang-orang yang membuat gambar gambar itu, kelak disiksa pada hari kiamat, lalu dikatakan kepada mereka : Hidupkanlah apa yang kamu jadikan itu. (HR. Syaikhan) 

Penjelasan : 

Orang-orang yang membikin gambar dan patung itu, kelak di kemudian hari yang ia akan disiksa oleh Allah, seraya dikatakan kepada mereka : Berilah patungmu itu nyawa, akan tetapi ia tidak mampu melakukannya.

(Kitab Mukhtarul Ahadits Nabawiyyah - As Sayyid Ahmad Al Hasyimiy, Bab Huruf Hamzah, Halaman 37, Penerbit Al Haromain)

Hadits 261.

إن الله تعالى أمرني بمداراة الناس، كما أمرني بإقامة الفرائض. رواه الديلمي عن عائشة

Sesungeuhnya Allah SWT. menyuruh aku mempelajari seluk-beluk Para manusia sebagaimana Ia menyuruh aku mendirikan yang fardhu. (HR. Ad Dailamiy, Dari 'Aisyah ra.) 

Penjelasan : 

Nabi Muhammad SAW. Disuruh oleh Allah SWT. Mempergauli manusia, dan apabila bergaul dengan manusia akan dapat mengetahui hal-ikhwal mereka, mana yang salah harus diperbaiki, dan mana suruhan Allah SWT. ini sama seperti menyuruh shalat dan sebagainya.

Hadits 262.

إن الله تعالى جعل ما يخرج من ابن آدم مثلا للدنيا. رواه البيهقي

Sesungguhnya Allah SWT. menjadikan apa yang keluar dari anak Adam (kotoran), sebagai perumpamaan dunia. (HR. Al Baihaqi) 

Penjelasan : 

Di dunia orang berebut-rebutan mencari rizki, ada yang tak mengenal halal dan haram, untuk dipergunakannya sebagian besar buat makannya, sehingga bermacam-macam makanan yang masuk perutnya, yang apabila sudah sampai dalam perut, maka akan menjadi kotoran (najis) yang dikeluarkannya. Maka orang yang hidupnya untuk makan, berarti dia akan membanyakkan kotorannya saja. Kotoran-kotoran dan najis-najis yang keluar dari manusia itu adalah sebagai contohnya dunia.

Hadits 263. 

إن الله تعالى جواد يحب الجود، ويحب معالى الأخلاق ويكره سفسافها. رواه ابو نعيم عن ابن عباس

Sesungguhnya Allah SWT. Maha Pemberi, Allah suka akan orang yang pemurah, dan Allah suka akan orang yang berbudi-tinggi, dan Allah sangat benci kepada orang yang berpekerti rendah dan hina. (HR. Abu Nu'aim, Dari Ibnu Abbas ra.) 

Penjelasan : 

Allah SWT. suka memberi, dan suka kepada orang yang pemberi (bersedekah) maka mohonlah (berdoa) kepada-Nya apa yang engkau perlukan, dan Allah menyukai orang yang baik budinya, maka perbaikilah kelakuanmu, dan Allah benci kepada orang yang jelek budi lagi hina, maka jauhilah segala sifat-sifat yang tidak baik itu.

(Kitab Mukhtarul Ahadits Nabawiyyah - As Sayyid Ahmad Al Hasyimiy, Bab Huruf Hamzah, Halaman 37 - 38, Penerbit Al Haromain)

Hadits 264. 

إن الله تعالى رضي لهذه الأمة اليسر، وكره لها العسر. رواه الطبراني عن محجن بن الأدرع

Sesungguhnya Allah SWT. rela akan kemudahan bagi umat ini (umat Muhammad), dan benci terhadap kesulitan bagi umat ini. (HR. Ath Thabrani, Dari Mihjan bin Adra')

Penjelasan : 

Mempermudah di sini, maksudnya suka menolong orang, apalagi jika dia yang memegang kekuasaan, maka urusan terhadap rakyatnya tidak dipersulitnya, sehingga orang merasa puas dengan pertolongannya, yang tidak tergantung dengan sogok-menyogok. Itulah orang yang disukai Allah, dan Allah SWT. membenci bagi orang yang mempersukar pertolongan dengan banyak alasan yang dibuat-buat.

(Kitab Mukhtarul Ahadits Nabawiyyah - As Sayyid Ahmad Al Hasyimiy, Bab Huruf Hamzah, Halaman 38, Penerbit Al Haromain)

Hadits 265. 

إن الله تعالى سائل كل راع عما استرعاه، أحفظ ذلك أم ضيعة؟ حتى يسأل الرجل عن أهل بيته. رواه ابن حبان عن أنس

Sesungguhnya Allah SWT. menanya tiap-tiap pemimpin daripada apa yang dipimpinnya, apakah dipeliharanya atau disia-siakannya? 

Sehingga ditanyalah seseorang laki-laki mengenai ahli rumahnya. (HR. Ibnu Hibban, Dari Anas ra.)

Penjelasan : 

Manusia hendaklah berhati-hati menerima amanat umat, jika kita menjadi pemimpin, maka kita akan ditanya tentang apa yang kita pimpin itu, apakah dilaksanakan atau tidak? Janganlah menganggap mudah kepada sesuatu, karena semua itu harus dipertanggung-jawabkan. Begitu pula seseorang laki-laki harus bertanggung-jawab terhadap isteri dan anak-anaknya, apakah dinafkahinya atau dibiarkannya melarat dengan tidak diurus?

(Kitab Mukhtarul Ahadits Nabawiyyah - As Sayyid Ahmad Al Hasyimiy, Bab Huruf Hamzah, Halaman 38, Penerbit Al Haromain)

Hadits 266.

إن الله تعالى كتب في أم الكتاب قبل أن يخلق السموات والأرض "إننى أنا الرحمن" خلقت الرحم، وشققت لها اسما من اسمى، فمن وصلها وصلته، ومن قطعها قطعته. رواه الطبراني عن جرير

Sesungguhnya Allah SWT. telah menulis pada Ummul Kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum la menciptakan langit dan bumi : Sesungguhnya Aku adalah Yang Maha Pemurah, Akulah yang menciptakan rahim, dan Aku memberinya nama dengan salah satu di antara nama-Ku, Barangsiapa yang menyambungkannya, maka Kusambungkan ia (kepada-Ku), dan barangsiapa yang memutuskannya, maka Kuputus kan ia (dari-Ku). (HR. ATh Thabraniy, Dari Jarir ra.)

Penjelasan : 

Di dalam hadits lain disebutkan : Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan adanya hari akhir, maka hendaklah ia menyambung kan silaturahminya. Hadits ini menjelaskan betapa pentingnya kedudukan silaturahmi itu, hingga Allah mengaitkannya dengan keimanan seseorang tergantung kepada hal ini.

(Kitab Mukhtarul Ahadits Nabawiyyah - As Sayyid Ahmad Al Hasyimiy, Bab Huruf Hamzah, Halaman 38, Penerbit Al Haromain)

Hadits 267.

إن المؤمن لا ينجس. رواه البخاري ومسلـم

Sesungguhnya orang mu'min itu tidak najis. (HR. Bukhari dan Muslim) 

Penjelasan : 

Orang mu'min itu bersih, karena mereka orang yang bershałat, yang selalu dirinya bersih dari hadats besar dan hadats kecil, dan batinnya juga bersih dari kemusyrikan-kemusyrikan, maksiat dan sebagainya.

(Kitab Mukhtarul Ahadits Nabawiyyah - As Sayyid Ahmad Al Hasyimiy, Bab Huruf Hamzah, Halaman 38, Penerbit Al Haromain)

Hadits 268.

إن الله تعالى لما خلق الخلق كتب بيده على نفسه: إنّ رحمتی تغلب غضبی. رواه ابن ماجه عن أبي هريرة

Sesungguhnya Allah SWT. Tatkala menjadikan makhluq-Nya, menentukan dengan kekuasaan-Nya atas diri-Nya. Sesungguhnya rahmat-Ku mengalahkan marah-Ku. (HR. Ibnu Majah, Dari Abi Hurairah ra.)

Penjelasan : 

Allah SWT. telah menentukan sifat-Nya sebelum menjadikan alam ini, yaitu sifat Allah adalah sangat pengasih, penyayang, dan dengan sifat-Nya itu, walaupun bagaimana besarnya dosa manusia, tetapi jika manusia memohon ampun, dengan sebenar-benar minta ampun, maka kemarahan Allah itu hilang, dan dosa hamba-Nya diberi-Nya ampun. 

(Kitab Mukhtarul Ahadits Nabawiyyah - As Sayyid Ahmad Al Hasyimiy, Bab Huruf Hamzah, Halaman 38, Penerbit Al Haromain)

Hadits 269. 

إن المرأة تقبل في صورة شيطان، وتدبر في صورة شيطان؛ فإذا رأى أحدكم امرأة فأعجبته فليأت أهله؛ فإن ذلك يرد ما في نفسه. رواه مسلم

Sesungguhnya wanita itu apabila datang (gambarannya) berupa syetan, dan apabila pergi berupa syetan. Untuk itu apabila seseorang di antara kamu melihat wanita kemudian ia tertarik kepadanya, hendaklah ia mendatangi isterinya, karena hal itu akan dapat menghilangkan apa yang ada di benaknya. (HR. Muslim)

Penjelasan : 

Wanita yang rupanya seperti rupa syetan adalah wanita yang suka menggoda lelaki lain. Apabila seseorang terkena jerat fitnahnya hendaklah ia cepat-cepat menemui isterinya kemudian menyalurkan apa yang bergejolak di dalam hatinya, maka seusai itu akan lenyaplah apa yang mengganggu pikiran sehatnya.

(Kitab Mukhtarul Ahadits Nabawiyyah - As Sayyid Ahmad Al Hasyimiy, Bab Huruf Hamzah, Halaman 38, Penerbit Al Haromain)

Hadits 270.

إن الله تعالى لينظر إلى الكافر، ولا ينظر إلى المزهى، ولقد حملت سليمان بن داود الريح وهو متكئ، فأعجب واختال في نفسه فطرح على الأرض. رواه الطبراني

Sesungguhnya Allah SWT. masih mau menangguhkan orang yang kafir, akan tetapi la tidak mau menangguhkan orang yang sombong. Nabi Sulaiman ibnu Daud as. pernah dibawa terbang oleh angin, kemudian ia bersandar dengan enaknya, akan tetapi tiba-tiba terselip di dalam hatinya rasa 'ujub (takabbur), maka langsung ia dijatuhkan ke bumi. (HR. Ath Thabraniy) 

Penjelasan : 

Allah SWT. masih mau menangguhkan orang yang kafir dan la tidak segera menurunkan azabNya, akan tetapi orang yang sombong tidak ada ampunan baginya. Di dalam hadits lain dikatakan, bahwa sombong itu adalah selendang-Ku, barangsiapa yang menyaingi-Ku dalam sifat ini, Aku langsung memutuskannya, demikianlah firman Allah di dalam hadits qudsiy-Nya.

(Kitab Mukhtarul Ahadits Nabawiyyah - As Sayyid Ahmad Al Hasyimiy, Bab Huruf Hamzah, Halaman 38, Penerbit Al Haromain)

Hadits 271.

إن أحب ما يقول العبد إذا استيقظ من نومه "سبحان الذي يحي الموتى وهو على كل شيء قدير". رواه الخطيب عن ابن عمر 

Sesungguhnya Allah menyukai apa yang diucapkan hamba-Nya, apablla bangun dari tidurnya : SUBHAANAL LADZI YUHYIL MAUTA WAHUWA ‘ALAA KULLI SYAI’IN QODIIR (Maha suci Allah yang menghidupkan orang yang sudah mati, dan Allah atas tiap-tiap sesuatu Maha Kuasa). (HR. Al Khathib, Dari Ibnu Umar ra.) 

Penjelasan : 

Jika kita bangun tidur maka bacalah do'a tersebut di atas ini, maka ucapan kita itu disukai Allah SWT.

(Kitab Mukhtarul Ahadits Nabawiyyah - As Sayyid Ahmad Al Hasyimiy, Bab Huruf Hamzah, Halaman 39, Penerbit Al Haromain)

Hadits 272.

إن الله تعالى لا ينظر إلى صوركم، ولا إلى أحسابكم، ولا إلى أموالكم، ولكن ينظر إلى قلوبكم وأعمالكم. رواه الطبراني

Sesungguhnya Allah SWT. tidaklah memandang rupamu, pangkatmu, dan hartamu, tetapi Allah memandang kepada hati dan amalmu. (HR. Ath Thabrani). 

Penjelasan : 

Rupanya yang cantik, pangkatnya yang tinggi dan harta-bendanya yang banyak, tidaklah akan memberi faedah baginya di hari kemudian, karena Allah SWT. tidak akan menilainya dari segi yang demikian, tapi yang penting sekali adalah hati yang bersih, yang tulus-ikhlas beramal karena Allah, dan amal yang baik itulah yang akan menolongnya di hari kemudian. Oleh karena itu tidak perlu menonjolkan kecantikan, kekayaan, harta benda dan sebagainya.

(Kitab Mukhtarul Ahadits Nabawiyyah - As Sayyid Ahmad Al Hasyimiy, Bab Huruf Hamzah, Halaman 39, Penerbit Al Haromain)

Hadits 273.

إن الله لا يرضى لعبده المؤمن إذا ذهب بصفيه من أهل الأرض نصبر واحتسب بثواب دون الجنة. رواه النسائي عن ابن عمر

Sesungguhnya Allah SWT. tidak rela (suka) membalas hamba-Nya yang beriman apabila ditinggal mati kekasihnyà didunia lalu ia sabar dan berserah diri, selain surga. (HR. An Nasa'I, Dari Ibnu Umar) 

Penjelasan : 

Apabila ditinggalkan mati oleh kesayangan tidak ada yang harus diperbuat, kecuali bersabar dan berserah diri kepada Allah, maka baginya surga.

(Kitab Mukhtarul Ahadits Nabawiyyah - As Sayyid Ahmad Al Hasyimiy, Bab Huruf Hamzah, Halaman 39, Penerbit Al Haromain)

Hadits 274. 

إن الله تعالى لا يظلم المؤمن حسنة يعطى عليها في الدنيا ويثاب عليها في الآخرة، وأما الكافر فيعطى بحسناته في الدنيا، حتى إذا أفضى إلى الآخرة لم تكن له حسنة يعطى عليها خيرا. رواه أحمد عن أنس

Sesungguhnya Allah SWT. tidaklah menganiaya balasan kebaikan orang mu 'min yang ia harus berikan kepadanya di dunia ini, dan kelak di akhirat diberi-Nya pula pahalanya, Dan adapun orang kafir diberikan-Nya kebaikan di dunia, sehingga habislah untuk akhiratnya, tidaklah ada baginya kebaikan, yang harus diberikan kepadanya. (HR. Ahmad, Dari Anas ra.) 

Penjelasan : 

Sekali-kali Allah SWT. tidaklah akan menganiaya hamba-Nya. Barangsiapa yang beriman kepada Allah SWT, dan ia berbuat baik, maka Allah akan membalas pahala kebaikannya itu di dunia dan di akhirat. Tapi jika yang berbuat itu orang kafir, maka dibalasi Allah kebaikannya itu di dunia saja, seumpama di dunia dia mendapat hidup yang berbahagia, dan di akhirat nanti tidak mendapat kebaikan lagi, malahan adzab Allah yang akan dirasakannya, sebab kekafirannya. 

(Kitab Mukhtarul Ahadits Nabawiyyah - As Sayyid Ahmad Al Hasyimiy, Bab Huruf Hamzah, Halaman 39, Penerbit Al Haromain)

Hadits 275.

إن الله تعالى لا يقبل من العمل إلا ما كان له خالصا، وابتغي به وجهه. رواه النسائي عن أبي أمامة

Sesungguhnya Allah SWT. tidak menerima amal, kecuali amal yang tulus-ikhlas dan mencari keredhaan Allah. (HR. An Nasa'i, Dari Abu Umamah ra.) 

Penjelasan : 

Percuma beramal, jika tidak dengan niat yang tulus-ikhlas, karena amal itu tidak akan diterima Allah.

(Kitab Mukhtarul Ahadits Nabawiyyah - As Sayyid Ahmad Al Hasyimiy, Bab Huruf Hamzah, Halaman 39, Penerbit Al Haromain)

Hadits 276. 

إن من حق الولد على والده أن يعلمه الكتابة، وأن يحسن اسمه، وأن يزوجه إذا بلغ. رواه ابن النجار

Hak bapak terhadap anaknya, ialah hendaknya sang bapak mengajarkan anaknya menulis dan membaca, dan membaguskan namanya, serta menikahkan apabila anaknya telah baligh (dewasa). (HR. Ibnu Najar) 

Penjelasan : 

Anak-anak jangan dibiarkan buta-huruf (bodoh), terutama bodoh dalam ilmu agama, dan nama anak harus yang mengandung arti yang baik, jangan sembarang memberi nama saja, dan apabila dia telah dewasa dan telah ada jodohnya, segerakanlah mengawinkannya. Ini kewajiban orang tua.

(Kitab Mukhtarul Ahadits Nabawiyyah - As Sayyid Ahmad Al Hasyimiy, Bab Huruf Hamzah, Halaman 39, Penerbit Al Haromain)

Hadits 277. 

إن من السنة أن يخرج الرجل مع ضيفه إلى باب الدار. رواه ابن ماجه

Termasuk sunnah Rasul adalah seseorang mengantarkan tamunya hingga depan pintu rumah (apabila ia permisi pulang). (HR. Ibnu Majah) 

Penjelasan : 

Sudah menjadi kebiasaan bagi kita, apabila tamu akan pamit, kita antarkan ke muka pintu. Perbuatan itu adalah baik sekali dan begitulah menurut ajaran Islam, kita harus menghormati tamu.

(Kitab Mukhtarul Ahadits Nabawiyyah - As Sayyid Ahmad Al Hasyimiy, Bab Huruf Hamzah, Halaman 39, Penerbit Al Haromain)

Hadits 278. 

إن من شر الناس عند الله منزلة يوم القيامة الرجل يفضى إلى امرأته وتفضى إليه ؛ ثم ينشر سرها. رواه مسلم

Manusia yang paling jelek kedudukannya di sisi Allah kelak di hari kiamat adalah seseorang yang mendatangi isterinya, dan sang isteri meladeninya, kemudian (pada keesokan harinya) keduanya menyebarkan tentang hubungan mereka. (HR. Muslim) 

Penjelasan : 

Hadits ini mengandung larangan seseorang menceritakan kepada orang lain tentang hubungan jasmaninya dengan isterinya, begitu sebaliknya, karena hal ini amatlah aib dan tercela, dan hendaklah seseorang merahasiakannya. Barangsiapa yang melakukan hal ini kelak tidak mendapat kedudukan yang terhormat di sisi Allah pada hari kiamat.

(Kitab Mukhtarul Ahadits Nabawiyyah - As Sayyid Ahmad Al Hasyimiy, Bab Huruf Hamzah, Halaman 39, Penerbit Al Haromain)

Hadits 279.

إن الله تعالى يحب السهل الطليق. رواه الشيرازي عن أبي هريرة

Sesungguhnya Allah SWT. menyukai sifat mudah dan muka manis (berseri-seri). (HR. Asy Syairaziy dari Abu Hurairah ra.) 

Penjelasan : 

Allah SWT. sangat menyukai seseorang yang memiliki pekerti mudah dalam segala hal, tidak sulit dan memiliki wajah yang selalu berseri-seri.

(Kitab Mukhtarul Ahadits Nabawiyyah - As Sayyid Ahmad Al Hasyimiy, Bab Huruf Hamzah, Halaman 40, Penerbit Al Haromain)

Hadits 280.

إن الله يحب الرفق في الأمر كله. رواه البخاري

Sesungguhnya Allah mengasihi (menyukai) orang yang lemah-lembut dalam semua urusannya. (HR. Bukhari) 

Penjelasan : 

Orang yang lemah-lembut, adalah orang yang halus budi-pekertinya, tutur bahasanya, disenangi oleh semua orang. Sifat lemah-lembut, adalah sifat yang baik, dan barangsiapa yang bersifat demikian, maka Allah akan menyukainya.

(Kitab Mukhtarul Ahadits Nabawiyyah - As Sayyid Ahmad Al Hasyimiy, Bab Huruf Hamzah, Halaman 40, Penerbit Al Haromain)

Hadits 281.

إن الله حرم عليكم عقوق الأمهات، ووأد البنات، ومنعا وهات، وكره لكم قيل وقال وكثرة السؤال، وإضاعة المال، رواه البخاري ومسلم عن المغيرة بن شعبة

Sesungguhnya Allah SWT. Telah mengharamkan bagi kamu mendurhakai ibu-ibu, mengubur anak perempuan hidup-hidup, menahan (pelit) dan meminta, membenci Allah bagi kamu, qila dan qala (dikatakan orang dan kata orang), banyak pertanyaan dan mensia-siakan harta. (HR. Bukhari dan Muslim, Dari Al Mughirah bin Syu'bah ra.) 

Penjelasan : 

Kita di larang untuk durhaka kepada orangtua, mengubur bayi perempuan hidup, melarang orang yang akan berbuat baik, pelit, suka minta-minta, suka mendengar kata-kata orang begini dan begitu (gosip), banyak-banyak pertanyaan yang tak perlu dan boros yang tak menentu.

(Kitab Mukhtarul Ahadits Nabawiyyah - As Sayyid Ahmad Al Hasyimiy, Bab Huruf Hamzah, Halaman 40, Penerbit Al Haromain)

Hadits 282.

إن الله تعالى يدنى المؤمن فيضع عليه كنفه، ويستره من الناس ويقرره بذنوبه، فيقول أتعرف ذنب كذا؟ أتعرف ذنب كذا؟ فيقول: نعم، أي : رب، حتى إذا قرره بذنوبه، ورأى في نفسه أنه قد هلك قال: "فإني قد سترتها عليك في الدنيا، وأنا أغفرها لك اليوم ثم يعطى کتاب حسناته بيمينه". وأما الكافر والمنافق فيقول الأشهاد: "هؤلاء الذين كذبوا على ربهم ألا لعنة الله على الظالمين". رواه ابن ماجه عن ابن عمر

Sesungguhnya (kelak di hari kiamat) Allah mendekat kepada hamba-Nya yang mu'min, lalu Ia meletakkannya di bawah lindungan-Nya hingga tidak kelihatan oleh orang-orang lain. Lalu la menyuruh sang hamba mengakui segala dosa dosanya, untuk itu la menanyakannya: Apakah kamu mengetahui dosa ini?, dan apakah kamu mengetahui dosa itu? Kemudian sang hamba menjawab: Ya Tuhanku. Tatkala sang hamba mengakui dosa-dosanya hingga terasa dirinya bakal celaka, Allah berfirman kepadanya: Sesungguhnya Aku telah menutupinya darimu sewáktu di dunia, dan sekarang Aku mengampuninya darimu. Lalu sang hamba diberi kitab kebaikan-kebaikan-nya dengan kerelaan-Nya". Adapun mengenai nasib orang kafir dan orang munafik, para saksi mata yang hadir mengatakan: Mereka adalah orang-orang yang mendustakan Tuhannya, ingatlah sesungguhnya laknat Allah itu terhadap orang-orang yang berbuat aniaya. (HR. Ibnu Majah, Dari Ibnu 'Umar ra.) 

Penjelasan : 

Hamba yang beriman kepada Allah akan mendapat ampunan dari-Nya kelak di hari kiamat. Akan tetapi orang yang tidak beriman yaitu mereka yang kafir dan munafik, kejelekan dan keburukann mereka ditampakkan di mata para saksi pada hari itu, sehingga tidak ada yang bisa berkutik dan laknat Allah menimpa diri mereka untuk selama-lamanya.

(Kitab Mukhtarul Ahadits Nabawiyyah - As Sayyid Ahmad Al Hasyimiy, Bab Huruf Hamzah, Halaman 40, Penerbit Al Haromain)

Hadits 283. 

إن الله يحب إذا عمل أحدكم العمل أن يتقنه. رواه الطبراني

Sesunggunya Allah SWT. Mengasihi seseorang diantara kamu yang apabila beramal diperbagus amalnya itu. (HR. Ath Thabrani)

Penjelasan : 

Jika kita mengerjakan suatu amal (pekerjaan), janganlah terburu-buru mengerjakannya, tetapi hati-hatilah! sehingga pekerjaannya itu bagus dan sempurna, maka itulah yang disukaí Allah.

(Kitab Mukhtarul Ahadits Nabawiyyah - As Sayyid Ahmad Al Hasyimiy, Bab Huruf Hamzah, Halaman 40, Penerbit Al Haromain)

Hadits 284.

إنى لست استعمل أحدا حتى أشارطه. رواه الديلمي

Sesungguhnya aku (Nabi) tidaklah memberikan pekerjaan kepada seseorang, sehingga aku menemui syarat-syaratnya. (HR. Ad Dailami) 

Penjelasan : 

Jika kita memerlukan tenaga seseorang untuk dipekerjakan, maka janganlah diterima sembarang orang saja, pilihlah yang memenuhi syarat (yang ahlinya).

(Kitab Mukhtarul Ahadits Nabawiyyah - As Sayyid Ahmad Al Hasyimiy, Bab Huruf Hamzah, Halaman 40, Penerbit Al Haromain)

Hadits 285.

إن الله تعالى يعجب من سائل يسأل غير الجنة، ومن معط يغطى لغير الله ومن متعوذ يتعوذ من غير النار. رواه الخطيب عن ابن عمر

Sesungguhnya Allah SWT. merasa heran terhadap orang yang meminta, selain surga terhadap orang yang memberi bukan karena Allah, dan terhadap orang yang memohon perlindungan selain daripada neraka. (HR. Al Khatib, Dari lbnu Umar ra.) 

Penjelasan : 

Sangat aneh orang yang memohon kepada Allah, tetapi yang dimintanya itu bukanlah surga, hanya kesenangan dunia saja, yang tidak kekal abadi, dan sangat aneh orang yang memberi bukan karena Allah, tetapi karena seseorang yang dipandangnya tinggi, padahal orang itu tidak akan mendatangkan manfa'at kepada dirinya, dan sangat aneh orang yang. memperlindungkan dirinya kepada seseorano karena takut kepada sesuatu, sedang neraka tidak ditakutinya.

(Kitab Mukhtarul Ahadits Nabawiyyah - As Sayyid Ahmad Al Hasyimiy, Bab Huruf Hamzah, Halaman 40, Penerbit Al Haromain)

Hadits 286.

إن الله تعالى يقول: "أنا ثالث الشريكين ما لم يـخن أحدهما صاحبه؛ فإذا خانه خرجت من بينهما. رواه أبو داود عن أبي هريرة

Sesungguhnya Allah SWT. telah berfirman : Aku adalah yang ketiga dari dua orang yang berserikat, selama tidak khianat salah-seorang dari keduanya kepada temannya, maka apabila (salah seorang) berkhianat, Aku keluar dari antara keduanya. (HR. Abu Daud, Dari Abu Hurairah ra.) 

Penjelasan : 

Apabila dua orang berkongsi (berdagang) dan sama-sama jujur, maka perkongsiannya itu direstui Allah, dan apabila salah-seorang berkhianat, maka dagangannya tidak direstui Allah, dan tentulah perdagangannya akan merugi. Itulah yang dimaksudkan dengan perkataan Allah : Aku adalah yang ketiga daripada yang berserikat. 

(Kitab Mukhtarul Ahadits Nabawiyyah - As Sayyid Ahmad Al Hasyimiy, Bab Huruf Hamzah, Halaman 40, Penerbit Al Haromain)

Hadits 287.

إن الله لا يعذب بدمع العين، ولا بحـزن القلب، ولكن يعذب بهذا «ئال وأشار إلى لسانه أو يرحم، وإن الميت يعذب ببكاء أهله عليه. رواه الجماعة

Sesungguhnya Allah SWT. tidak menyiksa oleh sebab mengalirnya air-mata, dan oleh sebab busuknya hati, tetapi la menyiksa oleh sebab ini, (seraya mengisyaratkan kepada lidahnya) atau mengasihi. Dan sesungguhnya mayat itu disiksa oleh sebab ratapan ahlinya. (HR. Jama'ah) 

Penjelasan : 

Jika kita kematian, tidak boleh diratapi (mengomel-ngomel karena kesayangannya diambil Allah), itu adalah satu dosa dan memberati pula kepada si mayat, yaitu mayat tersiksa karena perbuatan keluarganya, tapi menangis dan sedih tidak dilarang, karena sifat yang dua macam itu, adalah sifat manusia, yang apabila ditimpa kesusahan, pastilah datang sifat tersebut. 

(Kitab Mukhtarul Ahadits Nabawiyyah - As Sayyid Ahmad Al Hasyimiy, Bab Huruf Hamzah, Halaman 41, Penerbit Al Haromain)

Hadits 288.

إن الله تعالى يقول: "إذا أخذت كريمتي عبدي في الدنيا لم يكن له عندي جزاء إلا الجنة". رواه الترمذي عن أنس

Sesungguhnya Allah Ta’ala telah berfirman : Apabila Aku mengambil kedua kesayangan (kedua mata) hamba-Ku (menjadi buta) sewaktu di dunia, maka balasan di sisi-Ku tidak ada lain kecuali surga. (Muttafaq 'Alaih) 

Penjelasan : 

Orang yang ditakdirkan matanya buta atau ia terserang penyakit yang membutakan matanya, kemudian ia rela dengan nasibnya serta ikhlas dan sabar, maka balasan yang patut baginya di sisi Allah adalah Surga, demikianlah janji Allah.

(Kitab Mukhtarul Ahadits Nabawiyyah - As Sayyid Ahmad Al Hasyimiy, Bab Huruf Hamzah, Halaman 41, Penerbit Al Haromain)

Hadits 289.

إن الله تعالى قد حرم على النار من قال )لا إله إلا الله) يبتغي بذلك وجه الله. رواه البخاري ومسلم

Sesungguhnya Allah SWT. mengharamkan neraka atas orang yang berkata : LAA ILAAHA ILLALLAAH (artinya tidak ada Tuhan kecuali Allah) dan hanya bermaksud untuk mencari keridhaan Allah. (HR. Bukhari dan Muslim) 

Penjelasan : 

Orang yang mengucapkan kalimat tauhid, seperti yang tersebut di atas ini, kemudian dia berusaha mencari keridhaan Allah, niscaya orang itu akan masuk surga.

(Kitab Mukhtarul Ahadits Nabawiyyah - As Sayyid Ahmad Al Hasyimiy, Bab Huruf Hamzah, Halaman 41, Penerbit Al Haromain)

Hadits 290.

ان الله  تعالي يقول يوم القيامة : اين المتحابون لجلا لي , اليوم اظلهم في ظلي يوم لا يظل الا ظلى. رواه مسلم عن ابي هريرة

Sesungguhnya Allah kelak di hari kiamat akan berfirma : Manakah orang-orang yang saling mencinta demi keagungan-Ku, pada hari ini Aku akan menaungi mereka yaitu di saat tidak ada naungan kecuali naungan-Ku. (HR. Muslim, Dari Abu Hurairah ra.) 

Penjelasan : 

Yang dimaksud dengan saling mencinta demi keagungan Allah ialah orang-orang yang saling mencinta antara sesama mereka karena ketakwaan mereka terhadap Allah, orang-orang yang saling menasehati untuk kebenaran dan kesabaran, dan lain sebagainya yang tujuannya adalah untuk mencari keridhoan Allah. Hadits ini dijelaskan oleh hadits lain yang mengatakan, bahwa kelak pada hari kiamat orang-orang yang akan mendapat naungan Allah itu ada tiga macam, yang salah satu di antaranya adalah kedua orang yang saling mencintaí demi karena Allah, Jadi saling mencinta antara sesama yang diridhoi Allah adalah yang berlandaskan untuk mencari keridhoan-Nya, bukan karena ada maksud lain.

(Kitab Mukhtarul Ahadits Nabawiyyah - As Sayyid Ahmad Al Hasyimiy, Bab Huruf Hamzah, Halaman 41, Penerbit Al Haromain)

Hadits 291.

ان الله تعالي يقول : أنا مع عبدى ما ذكرني  وتحركت بي شفتاه. رواه احمد عن ابي هريرة

Sesungguhnya Allah Ta’ala berfirman : Aku beserta hamba-Ku selama dia mengingat-Ku dan menggerakkan bibirnya berdzikir kepada-Ku. (HR. Ahmad, dari Abu Hurairah ra.) 

Penjelasan : 

Manusia yang selalu mengingat Allah (berdzikir kepada Allah), berarti orang itu selalu berada di sisi Allah, oleh karena itu berbahagialah manusia yang mau melakukannya.

(Kitab Mukhtarul Ahadits Nabawiyyah - As Sayyid Ahmad Al Hasyimiy, Bab Huruf Hamzah, Halaman 41, Penerbit Al Haromain)

Hadits 292.

ان الله تعالي يقول : ان عبدا صححت له جسمه , ووسعت عليه في معيشنه يمضى عليه خمسة اعوام لا يفد الي-اي لايزور بيتي وهو الكعبة- لمحروم. رواه ابن حبان عن ابي سعيد

Sesungguhnya Allah Ta’ala berfirman : Sesungguhnya hamba yang Aku sehatkan tubuhnya, dan Aku luaskan penghidupannya, berlalu atasnya lima musim (5 tahun) tidak berziarah dia kepadaKu (Ka'bah) maka sesungguhnya ia telah berdosa. (HR. Ibnu Hibban, Dari Abi Sa'id ra.) 

Penjelasan : 

Tiap-tiap orang Islam wajib mengerjakan haji bagi orang yang sanggup atau mampu, artinya berbadan sehat, cukup keuangannya, kemudian dalam masa lima tahún ia belum juga pergi haji, disaat ada kemampuan maka orang itu berdosa, dan apabila dia mati, maka matinya itu sama dengan mati Yahudi dan Nasrani.

(Kitab Mukhtarul Ahadits Nabawiyyah - As Sayyid Ahmad Al Hasyimiy, Bab Huruf Hamzah, Halaman 41, Penerbit Al Haromain)

Hadits 293. 

إن الله تعالى يقول لأهل الجنة : يا أهل الجنَّة، فيقولون : لَبَّيْكَ رَبَّنَا وَسَعْدَيْكَ، والخير في يَدَيْكَ، فيقول: هل رَضِيتُمْ؟ فيقولون : وما لنَا لا نَرضَى يا ربَّنَا وَقَدْ أَعْطَيْتَنَا ما لم تُعْطَ أحدا من خلقك؟! فيقول : ألاَ أُعْطِيكُمْ أَفْضَلَ من ذلك؟ فيقولون: وأَيُّ شَيْءٍ أَفْضَلُ من ذلك؟ فيقول: أُحِلُّ عَلَيْكُمْ رِضْوَانِي، فَلاَ أَسْخَطُ عليكم بعده أبدًا. رواه الشيخان عن أبي سعيد

Sesungguhnya Allah SWT, berkata kepada ahli surge : Hai Ahli surga! Maka berkata orang-orang surge : Perkenan, ya Tuhan kami demi kebahagiaan Engkau dan kebajikan berada dalam kekuasaan Engkau, maka berkata Allah SWT : Apakah kamu semua telah puas? Bagainmana kami tidak akan puas ya Tuhan kami, bukankah Engkau telah mem berikan kepada kami apa yang belum pernah Engkau berikan kepada seseorang di antara makhluk-Mu? Berkata Allah : Ketahuilah! Aku akan berikan kepadamu sesuatu yang lebih utama lagi daripada yang telah kamu terima. Maka berkata orang-orang surge : Ya Tuhan kami! Sesuatu manakah lagi yang lebih baik daripada yang demikian? Maka berkata Allah : Aku halalkan atasmu segala keridhoan-Ku, maka Aku tidak akan murka kepadamu untuk selama-lamanya. (HR. Syaikhan, Dari Abi Sa'id ra.) 

Penjelasan : 

Orang-orang surga di kemudian hari merasa puas atas apa yang diberikan Allah SWT. padanya, bahkan sewaktu Tuhan menanyakan kepada ahli surga atas anugerah Allah yang diberikan kepadanya maka Tuhan berfirman : Aku akan memberikan kepuasan lagi yang lebih dari pada apa yang telah kamu rasakan itu. Orang-orang surgapun merasa heran, apakah lagi anugerah Tuhan yang lebih daripada apa yang mereka rasakan itu? Allah berfirman : Aku akan menghalalkan bagimu keridhoan-Ku, sehingga Aku tidak akan marah-marah padamu selama-lamanya. Demikianlah anugerah yang sangat besar untuk ahli surga.

(Kitab Mukhtarul Ahadits Nabawiyyah - As Sayyid Ahmad Al Hasyimiy, Bab Huruf Hamzah, Halaman 41, Penerbit Al Haromain)

Hadits 294. 

إن الله تجاوز لأمتى عما حدثت به أنفسها، ما لم تعمل به أو تتكلم به، إن الله تجاوز عن أمتى ما وسوست به صدورها ما لم تعمل به أو تتكلم به. رواه الجماعة

Sesungguhnya Allah SWT. memaafkan dari umatku apa-apa yang dibisikkan oleh hati mereka selagi hal itu belum dilakukannya atau selagi belum dibicarakan olehnya Dan sesungguhnya Allah memaafkan dari umatku apa-apa yang menggoda hati mereka sebelum mereka melakukannya atau membicarakannya. (HR. Al Jama'ah) 

Penjelasan : 

Allah tidak menganggap apa-apa yang terbetik dalam hati seseorang sebagai suatu perbuatan dosa, demikian pula hal-hal yang menggoda hatinya sebelum ia melakukannya atau membicarakan tentangnya. Apabila ia melakukannya atau membicarakannya, maka hal-hal itu termasuk sebagai perbuatan yang berdosa. Inilah salah satu dari keistimewaan yang dianugerahkan Allah terhadap umat. 

(Kitab Mukhtarul Ahadits Nabawiyyah - As Sayyid Ahmad Al Hasyimiy, Bab Huruf Hamzah, Halaman 42, Penerbit Al Haromain)

Hadits 295. 

إن الله تعالى ليملي للظالم حتى إذا أخذه لم يفلته. رواه البخاري

Sesungguhnya Allah SWT. memastikan rencana-Nya untuk mengadzab orang-orang yang aniaya, sehingga apabila Allah mengambilnya (menghukumnya) maka ia tidak akan bias melepaskan dirinya dari adzab-Nya. (HR. Bukhari) 

Penjelasan : 

Demikianlah nasib orang-orang yang zalim, tidak terlepas dari siksaan Allah, sekalipun ia berupaya menghindarinya, azab Allah pasti akan menimpanya.

(Kitab Mukhtarul Ahadits Nabawiyyah - As Sayyid Ahmad Al Hasyimiy, Bab Huruf Hamzah, Halaman 42, Penerbit Al Haromain)

Hadits 296.

ان الله تعالي يقول: ياابن ادم مرضت مالم تعدني, قال يا رب كيف اعودك وانت  رب العالمين؟ قال : اما علمت ان عبدي فلانا مرض فلم تعده اما علمت انك لو عدته لوجدتني عنده, يا ابن ادم استطعمتك فلم تطعمنى, قال : يارب كيف اطعمك وانت رب العالمين؟ قال اما علمت انه استطعمك عبددي فلان فلم تطعمه اما علمت انك لو اطعمته لو جدت ذالك عندي يا ابن ادم استفيتك فلم تسقني, قال يا رب و كيف اسقيك و انت رب العالمين؟ قال استقيا قا ل استسقاك عبدى فلان فلمتسقه, أما إنك لو سقيته لوجدت ذلك عندى. رواه مسلم عن ابي هريرة

Sesungguhnya Allah SWT. Berkata : Hai anak Adam! Aku sakit, kenapa engkau tidak datang menjenguk? Berkata anak Adam : Ya Tuhanku! Bagaimana aku bisa menjenguk Engkau, padahal Engkau adalah Tuhan seru sekalian alam? Berkata Allah : Apakah tidak engkau ketahui bahwa hamba-Ku Anu sakit, tapi engkau tidak menjenguk-nya? Tahukah engkau, andaikata engkau menjenguknya, niscayya engkau akan menemui Aku di sampingnya. Hai anak Adam! Aku minta makan kepada engkau, tetapi engkau tidak mau memberi makan? Berkata hamba : Wahai Tuhan! Bagaimana aku memberi makan kepada Engkau, padahal Engkau Tuhan semesta alam. Berkata Allah : Apakah tidak engkau ketahui bahwasanya hamba-Ku meminta makan kepadamu, tetapi engkau tidak mau memberinya makan. Ketahuilah! Seandainya engkau memberi makan kepadanya, niscaya engkau dapati Aku di sisinya. Hai anak Adam! Aku minta minum kepada engkau, tapi engkau tidak mau memberi minum? Berkata hamba : Ya Tuhan! Bagaimana aku memberi minum kepada Engkau, padahal Engkau adalah Tuhan sekalian alam. Berkata Allah : Hamba-Ku Anu minta minum kepadamu, tetapi engkau tidak mau memberinya minum, ketahuilah seandainya engkau memberi minum kepadanya, niscaya engkau dapati Aku di sisinya. (HR. Muslim, Dari Abu Hurairah ra.) 

Penjelasan : 

Manusia disuruh berbuat baik kepada sesama manusia, disuruh melihat orang sakit, memberi makan kepada orang kelaparan, memberi minum kepada orang kehausan dan sebagainya, maka apa bila kita perbuat yang demikian itu, maka Allah seakan-akan berada di sisi mereka (Tuhan melihat perbuatan hambanya) yang baik itu, maka mereka itu nanti akan mendapat pahala yang besar, Demikianlah ajaran Islam untuk menyuruh manusia menghubungkan silaturrahmi sesamanya.

(Kitab Mukhtarul Ahadits Nabawiyyah - As Sayyid Ahmad Al Hasyimiy, Bab Huruf Hamzah, Halaman 42, Penerbit Al Haromain)

Hadits 297. 

ان الله تعالي يقول : انني لأهم بأهل الأرض عذابا, فاءذا نظرت الي عمار بيوتي و المتحابين فى, و المستغفرين بالأسحار صرفت عذابي عنهم. رواه البيهقي عن انس

Sesungguhnya Allah SWT. telah berfirman : Sesungguhnya hamper saja Aku menurunkan siksaan-Ku kepada penduduk bumi, tetapi bila Kulihat orang-orang yang meramaikan masjid-masjid, orang-orang yang saling mencinta demi karena Aku, dan orang-orang yang melakukan istighfar di waktu sahur, Aku palingkan siksaan-Ku dari mereka (tidak jadi). (HR. Al Baihaqiy, Dari Anas ra.) 

Penjelasan : 

Jika maksiat dan kedurhakaan telah merajalela di muka bumi ini, maka pasti adzab Allah akan diturunkan, akan tetapi apabila masih ada dari kalangan penduduknya yang gemar beribadah di masjid, saling mencinta antara sesama mereka demi karena Allah dan gemar beristighfar, maka siksaan itu tidak jadi diturunkan oleh Allah demi karena mereka.

(Kitab Mukhtarul Ahadits Nabawiyyah - As Sayyid Ahmad Al Hasyimiy, Bab Huruf Hamzah, Halaman 42, Penerbit Al Haromain)

Hadits 298. 

ان الله تعالي ينزل المعونة على قدر المؤونة وينزل الصبر علي قدر البلاء. رواه ابن عدي عن ابي هريرة

Sesungguhnya Allah SWT. itu menurunkan pertolongan/bantuan-Nya sesuai dengan kadar apa yang diperlukan oleh seseorang. Dan la menurunkan kesabaran terhadap seseorang sesuai dengan kadar musibah yang menimpanya. (HR. Ibnu 'Adiy, Dari Abu Hurairah ra.) 

Penjelasan : 

Pertolongan Allah terhadap hamba-Nya disesuaikan dengan kebutuhan yang diperlukannya dan tidak lebih dari itu, demikian pula keteguhan hati dan kesabaran yang dianugerahkan-Nya terhadap hamba-Nya yaitu disesuaikan dengan besar dan kecilnya musibah yang menimpa hamba yang bersangkutan. 

(Kitab Mukhtarul Ahadits Nabawiyyah - As Sayyid Ahmad Al Hasyimiy, Bab Huruf Hamzah, Halaman 42, Penerbit Al Haromain)

Hadits 299. 

ان الله  تعالي يغار, و ان المؤمن يغار , وغيرة الله ان يأتي المؤمن ما حرم الله عليه انه لا يدخل الجنة الا نفس مسلمة . رواه البخاري و مسلم عن ابي هريرة

Sesungguhnya Allah SWT. itu cemburu sebagaimana seorang mu'min cemburu. Adapun cemburu Allah itu ialah apabila seorang mu’min melakukan hal-hal yang diharamkan oleh-Nya Dan sesungguhnya tidak akan masuk syurga melainkan hanya jiwa yang muslim (berserah diri kepada Allah). (HR. Bukhari dan Muslim, Dari Abu Hurairah ra.) 

Penjelasan : 

Cemburu itu mengandung arti waspada, maka Allah swt. memperingatkan kepada orang-orang yang beriman agar waspada terhadap dirinya supaya jangan sampai terjerumus ke dalam perbuatan-perbuatan maksiat dan kejahatan. Sebab tidak akan bisa masuk surga kecuali hanya orang-orang yang selamat dari perbuatan dosa.

(Kitab Mukhtarul Ahadits Nabawiyyah - As Sayyid Ahmad Al Hasyimiy, Bab Huruf Hamzah, Halaman 43, Penerbit Al Haromain)

Hadits 300.

ان الله تعالي ليؤيد هذا الدين بالرجال الفاجر. رواه البخاري و مسلم عن ابي هريرة

Sesungguhnya Allah SWT. mengokohkan agama ini (Islam) dengan laki-laki yang durhaka. (HR. Bukhari dan Muslim, Dari Abu Hurairah ra.) 

Penjelasan : 

Di zaman Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam ada seorang laki-laki yang bernama Qazman. Laki-laki ini banyak jasanya dalam peperangan Khaibar melawan musuh-musuh Islam, tetapi sayang di waktu dia mendapat luka parahdi peperangan Khaibar itu, maka tidak kuat menahan sakit, lalu ia membunuh diri. Orang-orang Islam menyangka bahwa orang ini, tentu akan masuk surga. Tetapi setelah diberitakan orang kepada Nabi, maka beliau bersabda : Sesungguhnya Allah telah mengokohkan Islam dengan jasa-jasa laki-laki itu, tetapi sayang laki-laki itu disebut durhaka karena tidak sabar mendapat luka parah. Begitulah penjelasan hadits tersebut.

(Kitab Mukhtarul Ahadits Nabawiyyah - As Sayyid Ahmad Al Hasyimiy, Bab Huruf Hamzah, Halaman 43, Penerbit Al Haromain)

Website : https://www.shulfialaydrus.com/ dan https://www.shulfialaydrus.id/ dan https://www.shulfi.web.id/
Website Majelis Nuurus Sa’aadah : https://www.nurussadah.my.id/
Youtube : https://www.youtube.com/@shulfialaydrusofficial
Channel Whatsapp Majelis Nuurus Sa’aadah :
https://whatsapp.com/channel/0029VaGk9XSInlqYXl970K32
Instagram : https://www.instagram.com/shulfialaydrus/
Twitter :
https://twitter.com/shulfi
https://twitter.com/shulfialaydrus
Telegram : https://telegram.me/shulfialaydrus/  
Telegram Majelis Nuurus Sa'aadah : https://telegram.me/majlisnuurussaadah/
LINE : shulfialaydrus
Facebook : Muhammad Shulfi Al ‘Aydrus atau
https://www.facebook.com/shulfialaydrus/
https://www.facebook.com/habibshulfialaydrusofficial/
Facebook Fanpage : Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus atau https://www.facebook.com/shulfialaydrusofficial/
Group Facebook : Majelis Nuurus Sa’aadah atau https://www.facebook.com/groups/160814570679672/

Donasi atau infak atau sedekah.
Bank BRI Cab. JKT Joglo.
Atas Nama : Muhamad Shulfi.
No.Rek : 0396-01-011361-50-5.

Penulis dan pemberi ijazah : Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus, S.Kom.

محمد سلفى بن أبو نوار العيدروس


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Shalawat ‘Azhimiyyah (As Sayyid Ahmad bin Idris (Tarekat Idrisiyyah)).

Shalawat Ummiyyi.

Ratib Al Akbar.